Minggu, 29 Juli 2012

Sering kali kita mengabaikan hal-hal yang sebenarnya mudah kita lakukan, dan sangat berarti untuk orang yang berada di sekeliling kita, baik itu pasangan, anak, orang tua, sahabat, tetangga .. dan lain2nya.

Dibawah ini ada 8 kado yang paling indah yang bisa kita berikan kepada mereka, ini dia :

1. KEHADIRAN
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat , telepon, foto atau faks. Namun dengan berada disampingnya Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagian.

2. MENDENGAR
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketehui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.

3. D I A M
Seperti kata-kata, didalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya. Diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya “ruang”. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.

4. KEBEBASAN
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya? Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah, ” Kau bebas berbuat semaumu.” Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.

5. KEINDAHAN
Siapa yang tak bahagia, jika orang yang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho. Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya tiap hari! Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana dirumah. Vas dan bunga segar cantik diruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.

6. TANGGAPAN POSITIF
Tanpa, sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda. Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf ), adalah kado cinta yang sering terlupakan.

7. KESEDIAAN MENGALAH
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu? Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado “kesediaan mengalah”. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia telat datang memenuhi janji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut ? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna didunia ini

8. SENYUMAN
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan. pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi ?

Nah tunggu apa lagi...? mulailah dari diri sendiri, sekarang dan sebarkan kebahagian untuk orang di sekitar kita...

Semoga bermanfaat..

Antara MATA dan HATI

“MATA adalah panglima HATI.
Hampir semua perasaan dan perilaku awalnya dipicu oleh pandangan MATA.
Bila dibiarkan MATA memandang yang dibenci dan dilarang...
Maka pemiliknya berada ditepi jurang bahaya.
Meskipun ia tidak sungguh-sungguh jatuh kedalam jurang.”
(Imam Ghazali rahimahullah dalam kitab Ihya Ulumuddin.)

Beliau memberi wasiat agar tidak menganggap ringan masalah pandangan. Beliau juga mengutip sebuah syair:

“Semua peristiwa besar awalnya adalah MATA.
Lihatlah api besar yang awalnya berasal dari percikan api.”

Hampir sama dengan bunyi syair tersebut, sebagian salafushalih mengatakan:
“Banyak makanan haram yang bisa menghalangi orang melakukan shalat tahajjud dimalam hari.
Banyak pula pandangan kepada yang haram sampai menghalanginya dari membaca kitabullah.”

Sahabat Hikmah...
Semoga Allah memberikan naungan barakah-Nya kepada kita semua.
Fitnah ujian tak pernah berhenti.
Sangat mungkin, kita kerap mendengar bahkan mengkaji masalah MATA.
Tapi belum tentu kita termasuk dalam kelompok orang yang bisa memelihara MATAnya.
Padahal, seperti diungkapkan oleh Imam Ghazali tadi, orang yang keliru menggunakan pandangan, berarti ia terancam bahaya besar karena MATA adalah pintu paling luas yang bisa memberi banyak pengaruh pada HATI.

Menurut Imam Ibnul Qayyim:
”MATA adalah penuntun,
sementara HATI adalah pendorong dan pengikut.
Yang pertama, MATA memiliki kenikmatan pandangan.
Sedang yang kedua, HATI memiliki kenikmatan pencapaian,
“Dalam dunia nafsu keduanya adalah sekutu yang mesra.
Jika terpuruk dalam kesulitan, maka masing-masing akan saling mencela dan mencerai.”

Simak juga dialog imajiner yang beliau tulis dalam kitab Raudhatul Muhibbin,
Kata HATI kepada MATA:
"Kaulah yang telah menyeretku pada kebinasaan dan mengakibatkan penyesalan
karena aku mengikutimu beberapa saat saja.
Kau lemparkan kerlingan MATAmu ke taman dan kebun yang tak sehat.
Kau salahi firman Allah, "Hendaklah mereka menahan pandangannya" (QS An Nur: 30/31)

Kau salahi sabda Rasulullah saw,"MEMANDANG wanita adalah PANAH BERACUN dari berbagai macam panah IBLIS.
Barangsiapa meninggalkannya karena TAKUT pada Allah, maka Allah akan memberi balasan IMAN padanya,
yang akan didapati keLEZATan dalam HATInya." (HR.Ahmad)

Tapi MATA berkata kepada HATI:
"Kau zalimi aku sejak awal hingga akhir.
Kau kukuhkan dosaku lahir dan batin.
Padahal aku hanyalah utusanmu
yang selalu taat dan mengikuti jalan yang engkau tunjukkan.”
Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya dalam tubuh itu ada segumpal darah. Jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik pula. Dan jika ia rusak, rusak pula seluruh tubuh. Ketahuilah, segumpal darah itu adalah HATI " (HR. Bukhari dan Muslim).

HATI adalah raja.
Dan seluruh tubuh adalah pasukannya.
Jika rajanya baik maka baik pula pasukannya.
Jika rajanya buruk, buruk pula pasukannya.
Wahai HATI, jika engkau dianugerahi pandangan,
tentu engkau tahu bahwa rusaknya pengikutmu adalah karena kerusakan dirimu,
dan kebaikan mereka adalah kebaikanmu.
Sumber bencana yang menimpamu adalah karena engkau tidak memiliki cinta pada Allah, tidak suka dzikir kepada-Nya, tidak menyukai firman, asma dan sifat-sifatNya.
Allah berfirman, "Sesungguhnya bukan MATA itu yang buta, tetapi yang buta adalah HATI yang ada di dalam dada". (QS.AI-Hajj:46)

Banyak sekali kenikmatann yang menjadi buah memelihara MATA.
Coba perhatikan tingkat-tingkat manfaat yang diuraikan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Al-Jawabul Kafi Liman Saala Anid Dawa’i Syafi.

"Memelihara pandangan MATA...
menjamin keBAHAGIAan seorang hamba di dunia dan akhirat.

Memelihara pandangan...
memberi nuansa keDEKATan seorang hamba kepada Allah.

Menahan pandangan...
juga bisa mengKUATkan HATI
dan membuat seseorang lebih merasa BAHAGIA.

Menahan pandangan ...
juga akan mengHALANGi pintu masuk SYAITHAN ke dalam HATI.

Mengosongkan HATI untuk berpikir pada sesuatu yang bermanfaat...
Allah akan meliputinya dengan CAHAYA.
Itu sebabnya, setelah firman-Nya tentang perintah untuk mengendalikan pandangan MATA dari yang haram,
Allah segera menyambungnya dengan ayat tentang "NUR", cahaya.
(Al-Jawabul Kafi, 215-217)

Perilaku MATA dan HATI adalah sikap tersembunyi yang sulit diketahui oleh orang lain,
kedipan MATA apalagi kecenderungan HATI,
merupakan rahasia diri yang tak diketahui oleh siapapun, kecuali Allah swt,

"Dia (Allah) mengetahui (pandangan) MATA yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh HATI ". (QS. Al-mukmin:l9).

Itu artinya, memelihara pandangan MATA akan menuntun suasana HATI,
sangat tergantung dengan tingkat keIMANan dan kesadaran penuh akan ‘ilmuLlah (pengetahuan Allah) .
Pemeliharaan MATA dan HATI, adalah identik dengan tingkat keIMANan seseorang.

Dalam sebuah hadits dikisahkan,
Pada hari kiamat ada sekelompok orang yang membawa hasanat (kebaikan) yang sangat banyak . Bahkan Rasul menyebutnya, kebaikan itu bak sebuah gunung. Tapi ternyata, Allah swt tak memandang apa-apa terhadap prestasi kebaikan itu. Allah menjadikan kebaikan itu tak berbobot, seperti debu yang berterbangan. Tak ada artinya. Rasul mengatakan, bahwa kondisi seperi itu adalah karena mereka adalah kelompok manusia yang melakukan kebaikan ketika berada bersama manusia yang lain. Tapi tatkala dalam keadaan sendiri dan tak ada manusia lain yang melihatnya, ia melanggar larangan-larangan Allah. (HR. Ibnu Majah)

Kesendirian, kesepian, kala tak ada orang yang melihat perbuatan salah,
adalah ujian yang akan membuktikan kualitas iman.
Di sinilah peran mengendalikan MATA dan kecondongan HATI termasuk dalam situasi kesendirian,
karena ia menjadi bagian dari suasana yang tak diketahui oleh orang lain,

"Hendaklah Engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya.
Jika Engkau tidak melihat-Nya yakinilah bahwa Ia melihatmu".
Begitutulah IHSAN menurut Rasulullah shalallaahu 'alaihi wa sallam.

Wallahu’alam.