Jumat, 17 Agustus 2012

Kisah Seorang 40 Tahun Berbuat Dosa

Pada zaman Nabi Musa as,kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu merekaberkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: “Wahai Kalamullah,tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!”

Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.

Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: “Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.

Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: “Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadirdi tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk semuanya.”

Nabi Musa berdoa lagi :
“Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribuorang?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!.”
Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segeraberdiri dan berseru kepada kaumnya:
“Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, sebab engkaulah , hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!”

Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri.

Di dalam hatinya berkata: “Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT.”

Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini.”

Beberapa saat setelah itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit. Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata:
“Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antarakami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga disebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak dituurunkan hujan kepada kamu.”

Nabi Musa berkata: “Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?”

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”
(HR. Muslim no. 2590)

Kisah Seorang 40 Tahun Berbuat Dosa

Pada zaman Nabi Musa as,kaum bani Israil pernah ditimpa musim kemarau panjang, lalu merekaberkumpul menemui Nabi Musa as dan berkata: “Wahai Kalamullah,tolonglah doakan kami kepada Tuhanmu supaya Dia berkenan menurunkan hujan untuk kami!”

Kemudian berdirilah Nabi Musa as bersama kaumnya dan mereka bersama-sama berangkat menuju ke tanah lapang. Dalam suatu pendapat dikatakan bahwa jumlah mereka pada waktu itu lebih kurang tujuh puluh ribu orang.

Setelah mereka sampai ke tempat yang dituju, maka Nabi Musa as mulai berdoa. Diantara isi doanya itu ialah: “Tuhanku, siramlah kami dengan air hujan-Mu, taburkanlah kepada kami rahmat-Mu dan kasihanilah kami terutama bagi anak-anak kecil yang masih menyusu, hewan ternak yang memerlukan rumput dan orang-orang tua yang sudah bongkok. Sebagaimana yang kami saksikan pada saat ini, langit sangat cerah dan matahari semakin panas. Tuhanku, jika seandainya Engkau tidak lagi menganggap kedudukanku sebagai Nabi-Mu, maka aku mengharapkan keberkatan Nabi yang ummi yaitu Muhammad SAW yang akan Engkau utus untuk Nabi akhir zaman.

Kepada Nabi Musa as Allah menurunkan wahyu-Nya yang isinya: “Aku tidak pernah merendahkan kedudukanmu di sisi-Ku, sesungguhnya di sisi-Ku kamu mempunyai kedudukan yang tinggi. Akan tetapi bersama denganmu ini ada orang yang secara terang-terangan melakukan perbuatan maksiat selama empat puluh tahun. Engkau boleh memanggilnya supaya ia keluar dari kumpulan orang-orang yang hadirdi tempat ini! Orang itulah sebagai penyebab terhalangnya turun hujan untuk semuanya.”

Nabi Musa berdoa lagi :
“Wahai Tuhanku, aku adalah hamba-Mu yang lemah, suaraku juga lemah, apakah mungkin suaraku ini akan dapat didengarnya, sedangkan jumlah mereka lebih dari tujuh puluh ribuorang?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, kamulah yang memanggil dan Aku-lah yang akan menyampaikannya kepada mereka!.”
Menuruti apa yang diperintahkan oleh Allah, maka Nabi Musa as segeraberdiri dan berseru kepada kaumnya:
“Wahai seorang hamba yang durhaka yang secara terang-terangan melakukannya bahkan lamanya sebanyak empat puluh tahun, keluarlah kamu dari rombongan kami ini, sebab engkaulah , hujan tidak diturunkan oleh Allah kepada kami semuanya!”

Mendengar seruan dari Nabi Musa as itu, maka orang yang durhaka itu berdiri sambil melihat kekanan kekiri. Akan tetapi, dia tidak melihat seorangpun yang keluar dari rombongan itu. Dengan demikian tahulah dia bahwa yang dimaksudkan oleh Nabi Musa as itu adalah dirinya sendiri.

Di dalam hatinya berkata: “Jika aku keluar dari rombongan ini, niscaya akan terbukalah segala kejahatan yang telah aku lakukan selama ini terhadap kaum bani Israil, akan tetapi bila aku tetap bertahan untuk tetap duduk bersama mereka, pasti hujan tidak akan diturunkan oleh Allah SWT.”

Setelah berkata demikian dalam hatinya, lelaki itu lalu menyembunyikan kepalanya di sebalik bajunya dan menyesali segala perbuatan yang telah dilakukannya sambil berdoa:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah durhaka kepada-Mu selama lebih empat puluh tahun, walaupun demikian Engkau masih memberikan kesempatan kepadaku dan sekarang aku datang kepada-Mu dengan ketaatan maka terimalah taubatku ini.”

Beberapa saat setelah itu, kelihatanlah awan yang bergumpalan di langit, seiring dengan itu hujanpun turun dengan lebatnya bagaikan ditumpahkan dari atas langit. Melihat keadaan demikian maka Nabi Musa as berkata:
“Tuhanku, mengapa Engkau memberikan hujan kepada kami, bukankah di antarakami tidak ada seorangpun yang keluar serta mengakui akan dosa yang dilakukannya?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, aku menurunkan hujan ini juga disebabkan oleh orang yang dahulunya sebagai sebab Aku tidak dituurunkan hujan kepada kamu.”

Nabi Musa berkata: “Tuhanku, lihatkanlah kepadaku siapa sebenarnya hamba-Mu yang taat itu?”

Allah berfirman: “Wahai Musa, dulu ketika dia durhaka kepada-Ku, Aku tidak pernah membuka aibnya. Apakah sekarang. Aku akan membuka aibnya itu ketika dia telah taat kepada-Ku? Wahai Musa, sesungguhnya Aku sangat benci kepada orang yang suka mengadu. Apakah sekarang Aku harus menjadi pengadu?”

“Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba lainnya di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di hari kiamat kelak.”
(HR. Muslim no. 2590)

AMALAN-AMALAN SUNNAH DI HARI RAYA

Anas bin Malik r.a berkata, “Tatkala Nabi s.a.w datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari untuk bersenang gembira sebagaimana di waktu jahiliyyah, lalu beliau bersabda,

‘Saya datang kepada kalian, dan kalian memiliki dua hari raya untuk bersenang gembira sebagaimana di waktu jahiliyyah. Dan sesungguhnya Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik; yaitu Idul Adha dan Idul Fithri’.” (Shahih, riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Nasa’i)

Berikut ini beberapa amalan-amalan sunnah dilakukan pada hari raya:

1) Mandi sunat hari raya sebelum keluar menunaikan solat sunat Idul Fitri .

Sebagaimana salah seorang sahabat Rasulullah s.a.w, yaitu Ali bin Abi Thalib, ketika ditanya tentang bilakah mandi yang disunnahkan oleh Rasulullah s.a.w. Beliau menjawab: “(Mandi yang disunnahkan) pada hari Jumaat, hari ‘Arafah, hari raya Idul Fithri, dan Idul Adha.” (Lihat Al Wajiz, hal 47).

Ulama besar Tabien Said Bin Jubayr berkata : "Tiga perkara sunnah di hari raya iaitu antaranya : mandi sunat sebelum keluar solat hari raya".

2. Memakai pakaian yang paling bagus

Disunnahkan memakai pakaian yang paling bagus, meski tidak harus baru. Rasul mempunyai pakaian khusus yang biasanya dikenakan di hari raya.

3. Memakai wewangian.

Memakai wangi-wangian termasuk perkara yang disunnahkan pada hari raya Idul Fitri. Diriwayatkan dari ‘Ali ra. bahwa beliau mandi di hari Id, demikian juga riwayat yang sama dari Ibn ‘Umar dan Salamah bin Akwa dan agar memakai pakaian yang paling bagus yang dimiliki serta memakai wewangian” (Syarhus Sunnah 4/303)

3) Memakan makanan sebelum keluar.

Ia berdasarkan hadith dari Anas Bin Malik yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari yang menyebut : "Nabi SAW tidak keluar di pagi hari raya Idul fitri sehinggalah Nabi SAW memakan beberapa biji kurma... "

Dari Buraidah berkata: “Nabi tidak keluar pada Idul Fitri sehingga makan terlebih dahulu. Adapun pada Idul Adha, maka beliau tidak makan sehingga pulang dan makan dari daging korban sembelihannya.” (Hasan, Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah, Ad-Darimi dan Ahmad)

4) Berjalan Kaki Menuju Tanah Lapang

Dari ‘Ali berkata: “Termasuk sunnah yaitu engkau keluar solat hari raya dengan berjalan kaki.”
(Hasan. Riwayat Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Syaikh Al Albani dalam Shahih Tirmidzi)

5) Menempuh Jalan Yang Berbeda ketika pergi dan pulang solat.

Dari Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah s.a.w apabila (berangkat dan pulang) pada hari raya mengambil jalan yang berbeda.” (HR. Bukhari)

6) Memperbanyakkan Takbir sejak Maghrib 1 Syawal hingga Solat Ied

“Nabi s.a.w apabila pada hari raya Iedul Fithri, beliau bertakbir sehingga sampai lapangan (tempat didirikan solat hari raya) dan melaksanakan solat. Apabila selesai solat, beliau memutuskan takbirnya.” (HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushannaf, lihat Ash Shahihah)

Dalam hadis ini terdapat dalil tentang disyari’atkan takbir secara kuat ketika berjalan menuju lapangan sebagaimana dikerjakan oleh kaum muslimin.

7. Shalat Idul Fitri

Perlaksanaan shalat Idul Fitri diperintahkan oleh Nabi agar diakhirkan, setelah terbitnya matahari, sementara shalat Idul Adha diperintahkan agar diawalkan. Shalat dilaksanakan tanpa adzan dan iqamat. Dengan 7 takbir di rakaat pertama, dan 5 takbir di rakaat kedua.

Tempat shalat Id: Shalat Id disunnahkan dilaksanakan di lapangan terbuka, kecuali kalau hujan.

Pelaksanaan Khutbah: Khutbah Id, baik Fitri maupun Adha dilaksanakan setelah shalat. Hukumnya tidak terpisahkan dari kesunnahan hukum shalat Id. Maka baiknya mendengarkan khutbah yang biasanya diakhiri dengan doa, baru bersiap-siap pulang.

Bagi kaum wanita , Rasulullah saw. memerintahkan kaum wanita keluar pada hari raya Idul Fitri . Adapun yang haid maka dia tetap dapat ikut menyaksikan kebaikan dan dakwah kaum Muslim.

8) Mengucapkan selamat dan mendoakan antara satu sama lain ;

Kalimah yang digunakan di zaman baginda SAW adalah "Taqabbalahhu minna wa minkum" artinya "Semoga Allah menerima amalan (amalan dan ibadat di Ramadhan) kami dan kamu".

Disebut dalam sebuah riwayat :

artinya : Berkata Wathilah, Aku bertemu Rasulullah s.a.w pada hari raya dan aku katakan pada baginda "taqabballahu minna wa minka", baginda menjawab : Ya, taqabballahu minna wa minka"
( Al-Baihaqi, rujuk perbincangan di Fath Al-Bari, 2/446 )

Ada Tujuh Keajaiban Dunia Yang Lebih Ajaib lagi

Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?

Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:

1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman

Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,

“Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami“.

Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, “Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu”.[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]

Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj & Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia“. [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]

2. Pohon Kurma yang Menangis

Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,

“Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: “Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut” .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]

Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]

3. Untaian Salam Batu Aneh

Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,

Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang“.[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].

4. Pengaduan Seekor Onta

Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.

Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.

Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]

5. Kesaksian Kambing Panggang

Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:

Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,

“Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, “Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun“. Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), “Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?” Wanita itu menjawab, “Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu”. Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,”Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus“. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]

6. Batu yang Berbicara

Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.

Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

“Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, “Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia“. [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]

Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, “Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat”.[Lihat Fathul Bari (6/610)]

7. Semut Memberi Komando

Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,

“Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: “Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata”.Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh“. (QS.An-Naml: 16-19).

Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan “Tujuh Keajaiban Dunia” yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin

Senin, 13 Agustus 2012

MAAFKAN MAMA NAK TELAH MEMBUATMU BUTA

Putri dia gadis kecil yang lincah dengan rambut yang panjang,dia suka sekali menggambar.
Karena ke dua orang tuanya sibuk di kantor putri hanya di rawat oleh pembantunya,

Suatu hari ibunya yang merasa lelah dan terlihat lesuh pulang lebih awal dr biasanya,putri yang jarang sekali bertemu ke dua orang tuanya pagi putri sekolah di play group kedua orang tuanya masih tidur putri pulang sekolah orang tuanya sudah berangkat kerja malam orang tuanya pulang kerja putri sudah tertidur pulas.mengetahui mamanya yang yang pulang lebih awal putri pun senang dia meminta gendong,minta di suapin,dan di mandiin,tp sayang mamanya hanya bilang di suruh aja sama bibinya/pembantunya,
Putri pun hanya diam dan bermain seperti biasanya,saat melihat melihat mamanya tertidur di atas meja kerjanya gadis kecil berumur 4 tahun itu pun mengambil sebuah MAP penting yang sedang di kerjakan oleh ibunya tampa di ketahui mamanya,dia menggambar sesuatu coret sana coret sini seperti anak seusianya,

Tiba2 ibunya terbangun dan mencari MAP itu di teriak memanggil pembantunya,karena mendengar teriakan ibunya putri berlari dan mengembalikam map itu pada ibunya dia berharap mamanya memujinya karena dia menggambar sesuatu untuk mamanya,

mamanya pun kaget dan marah besar saat mengetahui map itu penuh coretan tampa melihat gambar apa itu,seketika sang mama pun mengambil sebuah sapu yang kebetulan ada di dekatnya dan di hantamkan keras ke tubuh si putri seketika putri pun menangis dan berlari menuju pembantunya untuk minta tolong,sang pembantu pun hanya bisa menangis melihat itu semua di geret tangannya si putri saat dia mencoba meminta gendong sama pembantunya hingga putri terjatuh ke lantai dan membentur kepalanya dengan keras ke lantai rumah,seketika putri pingsan,ibu dan pembantunya pun kaget dan panik seketika itu pula ibunya melarikan putri ke rumah sakit ,
Putri tak sadarkan diri,papanya yang kaget mendengar berita itu semua dia pun bergegas pulang,tp tidak di temuinya istri dan anaknya,matanyapun tertuju pada MAP yang berserakan di lantai lihatnya gambar yang di buat putri
Semua gambar pun di lihatnya,air matanya pun jatuh saat mengetahui gambar seorang anak kecil berjalan dengan papa dan mamanya bergandengan tangan sambil ada sebua tulisan I love mom and dad..
Seketika papanya pun menuju rumah sakit memberikan map itu pada istrinya dan setelah membuka lembar demi lembar sang ibu pun menangis histeris dan memeluk suaminya.
3 minggu sudah akhirnya putri siuman,saat dia terbangun dia teriak takut karena semua kelihatan gelap,ternyata putri mengalami kebutaan seumur hidupnya akibat benturan keras di kepalanya..

" mama,putri janji gak nakal lagi dan putri janji gak gambar lagi,tapi nyalakan lampu nya ma putri takut gelap,mbok ndari mana mbokk putri takut gelap nyalakan lampunya mbok kasih tau mama putri gak nakal lagi putri takut gelap mbokk.." ujar putri sambil merengek menangis memohon..
Mama dan papanya beserta pembantunya pun menangis memeluk putri, berkali kali mamanya meminta maaf,begitu pun juga putri dia berkali kali memohon tiap hari untuk menyalahkan lampu dan berjanji tidak menggambar lagi.
Kini putri hidup dengan kegelapan.

inilah akibat kurangnya pendekatan anak dan orang tua yang mengakibatkan hati dan jiwa kurang menyatu sehingga kasih sayngitu masih kurang,sang mama pun hanya bisa menyesal dan meratapi ini semua. hingga putri dewasa kebutaan itu tidak menghalangi putri menjadi anak yang lincah ,dia semakin pandai melakukan segala sesuatu atau tugas2 yang tersulitpun dia mampu mengerjakan tp hanya satu yang tak pernah dia kerjakan yaitu MENGGAMBAR

Tersenyumlah jikalau dirimu diuji..
Tersenyumlah jikalau dirimu dilukai..
Tersenyumlah jikalau dirimu dilupai..
Tersenyumlah jikalau dirimu disakiti..
Tersenyumlah jikalau dirimu ditindasi..
Tersenyumlah jikalau dirimu dibebani..
Tersenyumlah jikalau dirimu dikhianati..

Hanya Sabar dan syukur mencipta senyuman..
Yaa Allah Berilah Aku kekuatan untuk menghadapinya..
Jadikanlah senyumanku menjadi penawar dukaku..

Lebih baik mengorbankan 1 kesedihan untuk ratusan kebahagiaan..
Daripada mempertahankan 1 kebahagiaan untuk ribuan kesedihan..
Karena setetes air mata akan berubah menjadi Jutaan senyuman..

Minggu, 12 Agustus 2012

Taubat

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSetetes air mata yang jatuh karena keinsafan..Seribu kali lebih baik daripada sejuta mutiara di lautan..Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠

·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSesaat bersedih karena ingat dosa... Adalah lebih mulia dari pada seharian bersedih karena cinta anak manusia.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠

·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSejernih wajah kerana wudhu yang sempurna... Adalah lebih bercahaya dari kilauan segunung permata..Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ


Orang Yang Terakhir Keluar dari Neraka

Abu Hurairah telah menceritakan kepada Atha’ nin Yazid Al-Laitsi bahwa para sahabat telah bertanya kepada Rasullullah saw., “Apakah engkau akan melihat Tuhan kami kelak pada hari kiamat?” Maka Rasullullah saw. balik bertanya, “Apakah kamu sekalian merasa kesulitan melihat bulan pada malam purnama?” Mereka menjawab, “Tidak.” Selanjutnya Rasulullah saw, bertanya lagi, “Apakah kalian merasa kesulitan melihat matahari yang tidak ada awan yang menghalangi?” Mereka menjawab, “Tidak.”

Mendengar jawaban itu, Rasulullah bersabda, “Seperti itulah kamu sekalian akan melihat-Nya.” Kemudian Rasulullah saw. meneruskan perkataannya, “Pada hari kiamat nanti Allah akan mengumpulkan seluruh umat manusia, lalu Allah berfirman kepada mereka, ‘Hendaknya setiap orang mengikuti sesuatu yang disembahnya selama di dunia.’ Oleh karena itu, orang yang menyembah matahari mengikuti matahari, orang yang menyembah bulan mengikuti bulan, dan orang yang menyembah berhala mengikuti berhala. Sedangkan orang-orang munafik dari kalangan umat Muhammad tetap berdiri di tempat dan tidak bergerak sama sekali (karena yang disembah oleh mereka tidak jelas).

Kemudian Allah mendatangi kaum muslimin dalam wujud yang tidak dikenali oleh mereka, seraya Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini adalah Tuhanmu.’ Mendengar itu, mereka berkata, ‘Kami berlindung kepada Allah dari bujuk rayumu, dan kami akan tetap berdiri di tempat ini sampai datang kepada kami Tuhan kami yang sebenarnya.’ Kemudian Allah datang kepada mereka dalam wujud yang mereka kenal, dan Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku ini Tuhanmu yang sebenarnya.’ Pada saat mereka mendengarnya dan mereka merasa yakin bahwa itu Tuhannya, maka mereka berkata, ‘Engkaulah Tuhan kami yang sebenarnya.’ Setelah itu mereka mengikuti-Nya.

Kemudian Allah swt. menciptakan sebuah titian yang membentang di atas api neraka, maka aku –Rasulullah saw.—dan umatku menjadi umat yang pertama menyeberangi titian itu. Pada saat itu tidak ada seorang pun yang dapat berbicara selain para rasul, dimana ketika itu para rasul berdoa, ‘Ya Allah, selamatkanlah, ya Allah, selamatkanlah.’ Sementara di dalam neraka Jahanam terdapat besi-besi yang melengkung bagaikan lengkungan pancing, seperti duri pohon Sa’dan (nama pohon yang berduri). Kemudian Rasulullah bertanya kepada sahabat yang hadir, ‘Apakah kalian pernah melihat duri pohon Sa’dan?’ Mereka menjawab, ‘Ya.’

Mendengar hal itu, Rasulullah saw. bersabda, ‘Seperti itulah besi-besi yang melengkung itu, hanya saja besarnya tidak terkirakan, dan hanya Allah yang mengetahui ukurannya. Besi-besi inilah yang kelak akan mengait orang-orang yang sedang meniti titian itu sesuai dengan kadar dosa masing-masing. Dimana orang yang teguh dengan amalnya akan selamat dari kaitannya, sementara orang yang berdosa akan terkait (tersangkut), tetapi akhirnya dilepaskan.

Setelah Allah selesai mengadili hamba-hamba-Nya, dan Dia berkehendak mengeluarkan penghuni neraka dengan rahmat-Nya, maka Allah memberikan perintah kepada para malaikat-Nya untuk mengeluarkan mereka yang patut mendapat rahmat-Nya, yaitu orang yang tidak pernah menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun selama hidup di dunia. Di antara orang yang patut mendapatkan rahmat-Nya adalah orang yang mengatakan bahwa tidak ada Tuhan (yang patut disembah) selain Allah. Kemudian para malaikat yang mendapat perintah itu segera mengenali mereka, dan mereka mengenalinya melalui tanda bekas sujud yang ada pada kening mereka karena hanya bekas sujudlah bagian tubuh manusia yang tidak akan hangus dibakar api neraka, dimana Allah telah mengharamkan api neraka untuk membakarnya dan menghanguskannya.

Kemudian para malaikat segera mengeluarkan mereka dalam keadaan yang sudah pada hangus, lalu disiramkan ke tubuh mereka air kehidupan (air pemulihan). Akibat siraman air kehidupan itulah, akhirnya mereka tumbuh dan pulih kembali seperti sediakala bagaikan tumbuhnya biji-bijian setelah terjadi banjir besar (dimana mereka tumbuh dalam keadaan masih muda dan besar).

Setelah Allah selesai mengadili dan memvonis di antara hamba-hamba-Nya, tiba-tiba terlihat seseorang (yang masih tertinggal) yang sedang mengarahkan pandangannya ke arah neraka, dan dialah orang yang paling terakhir masuk surga. Kemudian kepada Allah, dia memohon, ‘Wahai Tuhanku, palingkan mukaku dari neraka karena baunya telah meracuniku, dan kobaran apinya telah membakarku.’ Permohonan itu diulanginya berulang kali, dan akhirnya Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya Aku mengabulkan permintaanmu ini, apakah kiranya kamu tidak akan mengajukan permohonan yang lain?’ Maka orang itu menjawab, ‘Tidak.’ Kemudian dia berjanji dengan sungguh-sungguh kepada Allah bahwa dia tidak akan mengajukan permohonan apapun lagi.

Akhirnya permohonan itu dikabulkan Allah, dimana Allah memalingkan muka orang itu dari neraka. Akan tetapi ketika dia dihadapkan ke arah surga dan dia menyaksikan kemegahan yang ada di baliknya, maka dia terdiam dalam beberapa saat, lalu dia memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, sampaikanlah aku ke dalam pintu surga.’ Mendengar hal itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji dengan sungguh-sungguh bahwa kamu tidak akan memohon lagi kepada-Ku selain permohonanmu yang telah Aku kabulkan tadi? Celakalah kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permohonanmu ini.’ Akan tetapi dia tetap memohon kepada Allah untuk dikabulkan permohonannya, sehingga Allah berfirman kepadanya, ‘Seandainya permohonanmu ini Aku kabulkan, apakah kamu tidak akan memohon yang lainnya lagi kepada-Ku?’ Orang itu menjawab, ‘Demi kemuliaan-Mu, sungguh aku tidak akan mengajukan permohonan lagi.’

Kemudian Allah mengabulkan permohonannya itu. Allah membawanya ke depan pintu surga. Setibanya dia di depan pintu surga, Allah membuka pintu surga itu lebar-lebar sehingga orang itu melihat keindahan dan kebahagiaan yang ada di dalamnya. Menyaksikan itu, orang itu terdiam beberapa saat, lalu memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, masukanlah aku ke dalam surga.’ Mendengar itu, Allah berfirman kepadanya, ‘Bukankah kamu telah berjanji bahwa kamu tidak akan mengajukan permohonan lagi kepada-Ku setelah permohonanmu yang tadi Aku kabulkan? Celaka kamu, wahai anak Adam, kamu telah memungkiri janjimu sendiri, dan Aku tidak akan mengabulkan permintaanmu itu.’

Akan tetapi orang itu terus menerus memohon kepada Allah, ‘Wahai Tuhanku, janganlah kiranya hamba-Mu ini menjadi orang yang paling celaka.’ Kemudian ia mengulang-ulang permohonannya, sehingga hal itu menyebabkan Allah tertawa. Allah berfirman kepadanya, ‘Masuklah kamu ke dalam surga.’ Pada saat orang itu masuk ke dalam surga, Allah berfirman kepadanya, ‘Sekarang angankanlah segala keinganmu.’ Kemudian orang itu memohon kepada Allah dengan mengajukan berbagai macam keinginannya dan mencita-citakan berbagai macam kenikmatan, sampai Allah mengingatkannya kepada berbagai kenikmatan yang tidak diketahuinya. Lalu Allah berfirman kepadanya, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.”

Atha’ bin Yazid berkata, “Ketika Abu Sa’id Al-Kudri mendengarkan Abu Hurairah menuturkan hadits itu, tidak ada bagian dari hadits itu yang dipertanyakannya, selain firman Allah terhadap orang tadi: ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.

Abu Sa’id Al-Kudri berkata, ‘Wahai Abu Hurairah, apakah kenikmatan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat?’ Abu Hurairah menjawab, ‘Aku tidak mengetahuinya selain aku mendengarnya seperti itu dari Rasulullah saw., dimana beliau bersabda, ‘ kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan akan ditambah lagi dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’ Kemudian Abu Sa’id Al-Kudri berkata, “Aku bersumpah bahwa aku telah mendengar dari Rasulullah saw. dimana beliau bersabda, ‘Nikmatilah olehmu kemewahan dan kenikmatan yang telah disediakan ini, bahkan kenikmatan ini akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat dengan berbagai kenikmatan sebanyak itu pula.’” (Hadits shahih, Shahih Muslim nomor 182; Shahih Bukhari nomor 7437)

Ya Allah aku memohon kepadaMu Ilmu yang bermanfaat, yang mendekatkan diri kami kepadaMu dan kami berlindung kepadaMu dari ilmu yang tidak bermanfaat Ilmu yang menjauhkan kami dariMu. Allahumma Amiin.

Taubat

Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSetetes air mata yang jatuh karena keinsafan..Seribu kali lebih baik daripada sejuta mutiara di lautan..Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠

·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSesaat bersedih karena ingat dosa... Adalah lebih mulia dari pada seharian bersedih karena cinta anak manusia.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ ♥●•٠

·٠•●♥ Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄ƷSejernih wajah kerana wudhu yang sempurna... Adalah lebih bercahaya dari kilauan segunung permata..Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Jumat, 10 Agustus 2012

Rasulullah SAW mengajarkan 10 jurus kebal

Manusia selalu berusaha dengan berbagai macam cara untuk melindungi dirinya dari ganguan dan kejahatan orang lain. Banyak cara yang di tempuh dan jalan yang di lalui untuk tujuan ini.

Sejak zaman dahulu dalam dunia persilatan telah kita dengar berbagai macam nama ilmu kesaktian. Kalau dulu anda pernah mengikuti sandiwara Saur sepuh tentu anda akan kenal pada Ajian serat jiwa dan Lampah umpuh ilmu pamungkas raja Madangkara Brama kumbara.

Di zaman rudal dan senjata muttakhir sekarang ini pun masih banyak orang yang mengejar ilmu kesaktian semacam ini, dengan berbagai macam tujuan dan alasan. Untuk menjaga diri, agar tekenal sebagai jawara, atau mungkin seorang ustadz atau dai’ mempelajarinya agar da’waknya lancar karena dapat mengalahkan atau paling tidak melindungin diri dari kejahatan orang yang tidak senang pada kebaikan.

Perlu juga kita ketahui, ilmu kadikjayaan ini ada dua sumber yang berbeda, biasa dikenal dengan sebutan ilmu hitam dan ilmu putih. Ilmu putih adalah kesaktian yang diperoleh dengan amalan tertentu yang tidak bertentangan dengan syariat islam, sedangkang ilmu hitam adalah kebalikannya kesaktian itu diperoleh dengan malakukan suatu amalan yang dilarang Allah.

Dalam tulisan ini saya ingin meunjukkan pembaca pada suatu kesaktian luar biasa sangat penting untuk kita miliki, hususnya yang berkecimpung dalam dunia da’wah. Ilmu ini adalah ilmu kebal yang diajarkan dan diwariskan Rasulullah SAW kepada sahabat-sahabatnya.

Yang saya maksud dengan ilmu kebal disini bukan kita tidak mempan disabet pedang, atau tidak bisa ditembus oleh peluru. Ilmu kebal tingkat tinggi yang diajarkan Rasulullah SAW adalah kekebalan hati. Orang yang menguasai ilmu ini tidak akan mudah sakit hati, tidak gampang tersulut kemarahannya, tidak gampang termakan hasutan orang, jauh dari dengki dan hasud sehingga hidupnya terasa benar-benar tentram.

Rasulullah sangat pemaaf, tidak mudah merasa sakit hati walaupun diperlakukan dengan perbuatan yang sangat menyakitkan sekalipun. Beliau dicaci dihina disakiti tetapi dengan mudahnya beliau melupakan itu semua.

Diriwayatkan bahwa Rasulullah setiap kali pulang dari masjid Beliau diludahi oleh seorang kafir, suatu hari Raulullah SAW tidak mendapati orang tersebut, ketika Rasulullah mengetahui orang itu ternyata sakit beliau bergegas untuk menjenguknya, dan sebab itulah orang tersebut masuk islam. Dalam perjalanan da’wah ke Taif pun tidak kalah pedihnya cobaan yang Rasulullah SAW hadapi, Rasulullah SAW ditolak oleh pemimpin Tsaqiif bahkan beliau dilempari batu oleh budak-budak dan orang-orang bodoh dari mereka sehingga kedua kakinya berlumuran darah.

Ketika malaikat Jibril menawarkan untuk membinasakan mereka Rasulullah SAW menolak bahkan Rasulullah SAW mendoakan mereka agar mendapat pengampunan Allah.

Bukankah kita sering kali merasa sakit hati, tersinggung dan kecewa hanya karena hal sepele?

Keadaan seperti ini membuat kita mudah marah, menyimpan kebencian dan dendam pada orang yang ada disekitar kita. Padahal perasaan seperti itu kalau dibiarkan akan mengganggu kesehatan jasmani juga, seperti penyakit darah tinggi, jantung da lain-lain.kalai begitu kiranya anda sangat perlu untuk mendalami jurus-jurus sakti ini.

Apakah sepuluh jurus itu, dan bagaimana kita mengusainya?

Jurus-jurus itu adalah ayat-ayat al-quran dan hadis-hadis Rasulullah SAW.

Cara mendapatkan kekebalan itu adalah dengan memahami, menghayati dan berusaha mencontoh rasulullah SAW dalam mengamalkannya. Orang yang dapat mengusai jurus-jurus ini dengan sempurna bukan saja ia akan sakti di dunia, namun diakhiratpun dia dianggap sebagai jawara yang telah dapat mengalahkan hawa nafsunya. Ia akan mendapat pahala yang besar dan kemulian ari Allah SWT.

* Jurus pertama : Menahan Marah.

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat menahan amarah. Allah berfirman:

وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ [آل عمران/134]

Artinya : Dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan( kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbat kebajikan.(Ali Imran: 134)

* Jurus kedua : Ahlaq paling utama

Jurus ini mengingatkan kita untuk dapat meraih ahlaq paing utama. Rasulullah SAW bersabda :

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : يا عقبة ألا أخبرك بأفضل أخلاق أهل الدنيا وأهل الآخرة تصل من قطعك وتعطى من حرمك وتعفو عمن ظلمك . جامع الأحاديث – (ج 37 / ص 309)

Rasulullah SAW bersabda : Wahai Uqbah tidakkah aku memberitahumu akan ahlaq paling utama bagi penghuni dunia dan aqhirat ? Engkau menyambung hubungan terhadap orang yang memutus hubungan denganmu, engkau memberi orang yang tidak mau memberimu, dan engkau memaafkan orang yang mendzalimimu.(jami’ul hadis juz 37, hal : 309)

* Jurus ketiga : Memaafkan

Jurus ini mengingatkan kita untuk mudah memafkan.

فَاصْفَحِ الصَّفْحَ الْجَمِيلَ [الحجر/85]

Artinya : Maka maafkanlah dengan cara yang baik.(QS: Al-Hijr: 85)

* Jurus keempat : Ampunan Allah

Jurus ini mengingatkan kita agar mendapat ampunan Allah.

وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ [النور/22]

Artinya : dan hendaklah mereka memafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah megampunimu? Dan Allah Maha pengampun lagi maha Penyayang.(QS: An-Nur: 22)

* Jurus kelima: Sabar

Jurus ini mengingatkan kita agar bersifat sabar. Allah berfirman :

وَلَمَنْ صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَلِكَ لَمِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ [الشورى/43]

Artinya: Barang siapa yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perbuatan yang mulia. (QS: As-Syuraa: 43)

* Jurus keenam : Wasiat Nabi

Jurus ini mengingatkan kita pada sebuah wasiat Baginda nabi SAW.

Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : لا تغضب ، فردد مرارا فقال لا تغضب . رواه البخاري

Artinya : Dari Abu Hurairah ra. Bahwa ada seorang berkata kepada Nabi SAW : “Berilah aku
wasiat” Nabi berkata : “Janganlah egkau marah”. Orang itu mengulagi berkali-kali permintaannya, nabipun berkata : “janganlah engkau marah”. HR. Imam Buhori.

* Jurus ketujuh : Lemah lembut

Jurus ini mengingatkan kita akan kehebatan sikap lemah lembut. Rasulullah SAW bersabda :

عن عائشة رضي الله عنها قالت : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : إن الرفق لا يكون في شيء إلا زانه ولا ينزع من شيء إلا شانه . رواه مسلم .

Artinya : dari Sayyidah A’isyah ra. Ia berkata: rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya lemah
lembut tidaklah berada pada suatu apapun kecuali akan menhiasinya, dan tidaklah dicabut sifat lemah lembut itu dari sesuatu kecuali akan menjadikannya buruk. HR. Imam Muslim.

* Jurus kedelapan : Kekuatan inti

Jurus ini mengingatkan kita bahwa kekuatan yang sesungguhnya adalah menahan amarah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : ليس الشديد بالصرعة ، إنما الشديد الذي يملك نفسه عند الغضب . متفق عليه .

Artinya : dari Abu Hurairah ra. Bahwa rAsulullah SAW bersabda: Tidaklah kekuatan itu dengan menang dalam bergulat, akan tetapi orang yang kuat adalah orang yang dapat menahan amarahnya ketika ia marah. HR. Imam Bukhari Muslim.

* Jurus kesembilan : Ihtimalul adza

Jurus ini mengingatkan kita bahwa ihtimalul adza (bersabar atas keburukan orang) adalah pembuka pertolongan Allah. Rasulullah SAW bersabda :

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : أن رجلا قال يا رسول الله ، إن لي قرابة أصلهم ويقطعونني ، وأحسن إليهم ويسيئون إلي ، وأحلمعنهم ويجهلون علي ، فقال : لئن كنت كما قلت كأنما تسفهم المل ، ولا يزال معك من الله ظهير عليهم ما دمت على ذلك . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah ra. Bahwa seorang berkata kepada rasulullah SAW: “Sesungguhnya aku mempunyai kerabat, aku selalu menyambung hubungan baik dengan mereka tetapi mereka selalu memutuskannya, aku berbuat baik akan tetapi mereka membalasnya dengan keburukan, aku berlaku bijak akan tetapi mereka berlaku bodoh. Rasulullah SAW kemudian bersabda: Bila keadaannya seperti yang engkau katakan, mereka itu seperti meminum abu yang panas, dan senantiasa Allah akan memberikan pertolongan kepadamu selama kamu dalam keadaan demikian itu. ( HR Imam Muslim)

* Jurus kesepuluh : Do’a pamungkas

Mendoakan orang yang mendholimi dan menyakiti kita dengan doa yang baik adalah suatu yang luar bisa, seperti yang dilakukan rasulullah SAW terhadap penduduk Taif. Orang tidak akan dapat mendoakan orang yang menyakitinya dengan doa’ yang baik kecuali orang yang berhati mulia, dan itulah salah satu cirri-ciri penghuni surga.

Inilah kesepuluh jurus tersebut, jikalau anda tidak setuju dengan penamaannya dengan judul diatas, silahkan anda memeberinya nama dengan nama apa saja yang anda sukai tapi saya yakin andapun sependapat dengan saya inilah ahlaq yang diajarkan rasulullah SAW untuk melatih kekuatan hati.

Hafalkanlah kesepuluh jurus ini dengan baik pahami dan hayati ma’nanya dalam-dalam. Cobalah disaat anda merasa disakiti orang, hadirkan jurus-jurus ini satu demi satu, ajak hati anda untuk memahami menghayati dan membayangkan keagungan Ahlaq Rasulullah SAW, katakan pada hati anda bahwa Rasulullah SAW adalah suri tauladan bagi orang yang menginginkan kebahagiaan dunia dan akhirat yang dijanjikan Allah. Semoga dengan demikian kita tidak akan mudah merasa sakit hati.

Selamat mencoba…!

MEMBANGUN MOTIVASI DALAM DIRI

Cita-cita atau tujuan hidup ini hanya bisa diraih jika anda memiliki motivasi yang kuat dalam diri anda. Tanpa motivasi apapun, sulit sekali anda menggapai apa yang anda cita-citakan. Tapi tak dapat dipungkiri, memang cukup sulit membangun motivasi di dalam diri sendiri. Bahkan mungkin anda tidak tahu pasti bagaimana cara membangun motivasi di dalam diri sendiri. Padahal sesungguhnya banyak hal yang dapat dilakukan untuk menumbuhkan motivasi tersebut.

Caranya? coba simak tips berikut ini:

1. Ciptakan sensasi

Ciptakan sesuatu yang dapat “membangunkan” dan membangkitkan gairah anda saat pagi menjelang. Misalnya, anda berpikir esok hari harus mendapatkan keuntungan 1 milyar rupiah. Walau kedengarannya mustahil, tapi sensasi ini kadang memacu semangat anda untuk berkarya lebih baik lagi melebihi apa yang sudah anda lakukan kemarin.

2. Kembangkan terus tujuan anda

Jangan pernah terpaku pada satu tujuan yang sederhana. Tujuan hidup yang terlalu sederhana membuat anda tidak memiliki kekuatan lebih. Padahal untuk meraih sesuatu anda memerlukan tantangan yang lebih besar, untuk mengerahkan kekuatan anda yang sebenarnya. Tujuan hidup yang besar akan membangkitkan motivasi dan kekuatan tersendiri dalam hidup anda.

3. Tetapkan saat kematian

Anda perlu memikirkan saat kematian meskipun gejala ke arah itu tidak dapat diprediksikan. Membayangkan saat-saat terakhir dalam hidup ini sesungguhnya merupakan saat-saat yang sangat sensasional. Anda dapat membayangkan ‘flash back’ dalam kehidupan anda. Sejak anda menjalani masa kanak-kanak, remaja, hingga tampil sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri. Jika anda membayangkan ‘ajal’ anda sudah dekat, akan memotivasi anda untuk berbuat lebih banyak lagi selama hidup anda.

4. Tinggalkan teman yang tidak perlu

Jangan ragu untuk meninggalkan teman-teman yang tidak dapat mendorong anda mencapai tujuan. Sebab, siapapun teman anda, seharusnya mampu membawa anda pada perubahan yang lebih baik. Ketahuilah bergaul dengan orang-orang yang optimis akan membuat anda berpikir optimis pula. Bersama mereka hidup ini terasa lebih menyenangkan dan penuh motivasi.

5. Hampiri bayangan ketakutan

Saat anda dibayang-bayangi kecemasan dan ketakutan, jangan melarikan diri dari bayangan tersebut. Misalnya selama ini anda takut akan menghadapi masa depan yang buruk. Datang dan nikmati rasa takut anda dengan mencoba mengatasinya. Saat anda berhasil mengatasi rasa takut, saat itu anda telah berhasil meningkatkan keyakinan diri bahwa anda mampu mencapai hidup yang lebih baik.

6. Ucapkan “selamat datang” pada setiap masalah

Jalan untuk mencapai tujuan tidak selamanya semulus jalan tol. Suatu saat anda akan menghadapi jalan terjal, menanjak dan penuh bebatuan. Jangan memutar arah untuk mengambil jalan pintas. Hadapi terus jalan tersebut dan pikirkan cara terbaik untuk bisa melewatinya. Jika anda memandang masalah sebagai sesuatu yang mengerikan, anda akan semakin sulit termotivasi. Sebaliknya bila anda selalu siap menghadapi setiap masalah, anda seakan memiliki energi dan semangat berlebih untuk mencapai tujuan anda.

7. Mulailah dengan rasa senang

Jangan pernah merasa terbebani dengan tujuan hidup anda. Coba nikmati hidup dan jalan yang anda tempuh. Jika sejak awal anda sudah merasa ‘tidak suka’ rasanya motivasi hidup tidak akan pernah anda miliki.

8. Berlatih dengan keras

Tidak bisa tidak, anda harus berlatih terus bila ingin mendapatkan hasil terbaik. Pada dasarnya tidak ada yang tidak dapat anda raih jika anda terus berusaha keras. Semakin giat berlatih semakin mudah pula mengatasi setiap kesulitan.

Kesimpulan:

Motivasi dapat menumbuhkan semangat dalam mencapai tujuan. Motivasi yang kuat di dalam diri, kita akan memiliki apresiasi dan penghargaan yang tinggi terhadap diri dan hidup ini. Sehingga kita tidak akan ragu untuk melangkah ke depan, yaitu mencapai visi hidup kita.

Perempuan

SOSOK laki laki tua, bertubuh kasar, berambut putih berdiri tegak di muka anak anaknya. Mukanya merah padam, matanya melotot dan tangannya diacungkan ke arah mereka.

“Kalian semua goblog, bodoh dan belum mengerti apa maksud yang aku lakukan untuk iparmu”, ujar sang ayah yang sedang marah setengah mati kepada mereka.
Masalahnya sangat sepele.
Sang ayah mencitai mantunya dan mendapat perhatian sang ayah melebihi dari mereka. Ini yang membuat mereka menjadi kelotokan dan benci. Kebencian ini menimbulkan sengketa besar.
Sang ayah selalu mendukung mantunya yang menambah keributan menjadi lebih sengit antara sang ayah dan anak anaknya.

Seminggu setelah keributan, sang ayah mengundang semua anak dan mantunya untuk makan siang bersama. Selesai makan, sang ayah menyuruh anak perempuannya masuk ke kamarnya alasannya ada sesuatu yang perlu dibicarakan.

Tiba-tiba dari dalam kamar terdengar suara sang ayah berteriak dengan nada keras membentak anak perempuannya.
“Buka bajumu!”, kata sang ayah.
Anaknya bingung bukan kepalang kenapa sang ayah secara tiba tiba berobah. Karna takut padanya, terpaksa anak perempuan itu melocotkan bajunya hanya yang tersisa, maaf, kutang dan celana dalamnya. Kemudian terdengar lagi teriakan sang ayah dari dalam kamar dengan nada lebih keras
“Keluar! Ayo keluar!”.
Perintah sang ayah yang kedua ini sangat sulit diterima.
Ia membantahnya. Tapi sang ayah menyeret dan memaksanya agar tetap menurut perintahnya. Dengan sangat terpaksa akhirnya ia keluar juga dari kamar sambil menangis dengan aurat terbuka.

Semua yang berada di ruang makan heran dan tidak ada yang berkomentar.
Saudara-saudaranya hanya melihat dan tidak mengeluarkan reaksi apa apa. Begitu pula ibunya hanya melongo dan melotot melihat kejadian ini. Apalagi adik perempuannya tutup mulut, bungkam dan tidak berani berkutik dan bertindak apa apa.
Semua yang ada di ruang makan hanya bisa melihat apa yang didilakukan sang ayah.

Tiba tiba..suaminya (mantu sang ayah) dengan tidak sadar, begitu melihat istrinya keluar dari kamar dalam keadaan yang tidak sopan, langsung menarik supra makan dan lari menutupi aurat istrinya yang sedang berdiri menangis. Ditutupi tubuhnya dengan supra, dirangkulnya dan dimasukan kedalam kamar.

Setelah itu, sang ayah keluar dari kamar dan berkata “Nah! sekarang kalian tahu kenapa aku menaruh perhatian kepada mantuku dan kenapa aku mencintainya. Karna dia menaruh perhatian pada anakku dan mencintainya. Kalian berdua tidak ada yang bangun menutupi aurat adikmu. Kamu tahu, hidup itu harus membawa missi bukan untuk sendiri, harus saling mencintai antara keluarga, lingkungan dan masyarakat. Jangan hidup untuk dirimu tok. Berartilah untuk sesama. Orang egois seperti benalu. hidup subur tapi mematikan yang lain. Manusia yang hidup hanya untuk dirinya, sadar atau tidak sadar merusak kehidupan dan lingkungan”.

Masya Allah, suguh arif dan bijaksana sosok laki kaki tua itu, sungguh adil, cermat dan wibawa. Semua kekerasan dan tindakan kasar yang dilakukannya demi mendidik anak anaknya bahwa hidup ini tidak kerdil, picik dan eqois. Akan tetapi hidup ini penuh dengan rasa cinta, penuh dengan rasa sayang terhadap sesama keluarga, penuh dengan perhatian terhadap lingkukang dan masyarakat.

Pula tindakan sang ayah trb menunjukan kecintaan dan perhatiannya terhadap anak perempuanya melebihi dari kecintaan dan perhatiannya terhadap kedua anak laki lakinya. Ia tahu persis bahwa yang diperbuat itu akan mendapat ridho Allah dan akan memperoleh derajat yang luhur dari Nya. Karna Allah telah menjajikan surga dan derajat yang luhur bagi yang dianugrahi anak perempuan dan bisa memelihara dan menjaganya sehingga berketurunan.

Diriwayatkan oleh Muslim dari Anas, Rasulallah saw bersabda “Siapa yang dianugrahi dua anak perempuan dan menjaga mereka sehingga dewasa dan berketurunan, maka Allah menyamakan baginya derajat setinggi derajatku di surga”.

Islam tidak cukup hanya menganjurkan kita untuk menjaga anak-anak perempuan dan memelihara mereka. Akan tetapi Islam menganjurkan pula untuk berbuat baik, berkata baik, berkelakuan baik dan bermuamalah baik terhadap mereka. Rasulallah saw telah bersabda “Sebaik baiknya diantara kalian adalah yang berbuat baik terhadap keluarganya dan aku adalah yang terbaik diantara kalian terhadap keluargaku. Orang yang menghargai dan menghormati perempuan adalah orang arif dan karim sedang orang yang menghina dan tidak memperhatikan perempuan adalah orang kejam dan keji”.

Pada Haji Akbar tahun 10H, Rasulallah saw menunaikan ibadah haji Wada’ bersama sama keluarganya, sahabatnya dan umat Islam yang bilanganya tidak kurang dari 100 ribu. Haji Wada’ ini merupakan haji yang terakir dilakukan Rasulallah saw. Tiga bulan setelah itu beliau pulang ke rahmatullah memenuhi panggilaan Nya. Pada Haji Wada’ ini, beliau telah berkhutbah di hadapan ratusan ribu umat Islam yang sedang menunaikan ibadah Haji bersama sama beliau. Khutbah ini merupakan khutbah yang syamil, sempurna dan terkumpul di dalamnya semua masalah-masalah agama, sehingga dinamakah “Al-Khutbah Al-Jamia’h”.

Pada saat itu, Rasulallah wukuf bersama sama karabatnya, sahabatnya dan umat Islam di Padang Arafat. Semua berkumpul dengan pakaian serba putih, tidak ada perbedaan antara pemimpin dan yang dipimpin, tidak ada perbedaan antara miskin dan kaya, tidak ada perbedaan antara kulit hitam dan putih. Semua tunduk, taat dan khusyu’ dihadapan Pencipta alam semesta. Semua berkata “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu akbar. Labikaika Allahuma Labaik” Pada saat itu Rasulallah naik keatas jabal Arafah. Dari sana beliau berpesan dan bewasiat kepada umatnya, pesan dan wasiat yang terakhir. Diantara pesan dan wasiat beliau yang panjang lebar, terselip pesan dan wasiat yang berbunyi: “Bertakwalah kalian kepada Allah. Aku berpesan dan berwasiat kepada kalian agar menjaga dan berbuat baik terhadap perempuan”

Kecintaan dan perhatian Rasulallah saw terhadap perempuan melebihi dari kecintaan dan perhatianya terhadap yang lain. Beliau telah dianugrahi empat anak perempuan dari istrinya pertama Khadijah binti Khuailid ra (Umu Kaltsum, Ruqayyah, Zainab dan Fatimah) semua hidup sampai dewasa dan berkeluarga. Alangkah mesranya beliau hidup bersama mereka. Mereka semua mendapat kecintaan, penghormatan dan penghargaan dari beliau secara berlebih-lebihan.

Pernah satu kali, Siti Fatimah, anak beliau yang paling bontot, datang bertamu ke rumah beliau. Ketika Rasulallah saw melihat Siti Fatimah berada di muka pintu. Beliau berdiri dari tempat duduk dan segra bangun menyabut kedatangan anak bungsunya Fatimah. Rasulallah saw mengelar burdah (serban) beliau dan diduduki Fatimah di atas burdah berdekatan dengan beliau. Fatimah mecium tangan dan kepala beliau. Begitu pula Rasulallah saw menciumnya dengan penuh kecintaan, penghargaan , dan penghormatan. Itulah contoh yang patut ditiru dari Nabi kita Muhammad saw untuk kita jadikan ladang penghormatan, penghargaan dan kecintaan terhadap kaum wanita.

Terakhir, saya akan bawakan dalam obrolan ini contoh dari sahabat Nabi, Umar bin Khattab di saat anak perempuanya Hafsa binti Umar ditinggal oleh suaminya Khunais bin Hudhafa karna mati syahid dalam peperangan Badr. Pada saat itu Hafsa berusia 18 tahun, masih terlalu muda untuk menjadi janda. Umar bin Khattab ra menangis dan sangat sedih sekali memikirkan nasib anak perempuanya. Siang malam difikirkannya dan mejadi beban yang sangat berat untuk dipikul. Hafsa sendiri tidak sesedih ayahnya.

Dengan tampak tedeng aling aling, Umar ra menawarkan Abu Bakar siddik ra untuk menyuntingnya. Beliau menolak dengan baik. Penolakannya membuat Umar ra menjadi lebih sedih. Kemudian Umar ra tidak segan segan pula menawarkan Utsman bin Affan ra agar bisa mengambil anaknya Hafsa sebagai istrinya. Utsman pun menolaknya dengan baik. Hal ini menambah kesedihannya menjadi lebih parah lagi.

Akhirnya, Umar ra datang kepada Rasulallah saw untuk mengadukan kesedihannya, karna beliau adalah satu satunya orang yang bisa memberi ketenangan dan ketentraman dalam kehidupanya. Rasulallah saw mendengar aduan Umar ra dengan penuh perhatian dan rasa terharu. Setelah itu beliau berkata: “Hafsha akan disunting orang yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman”. Tentu tidak ada makhluk di dunia ini yang lebih mulia dari Abu Bakar dan Utsman selain Rasulullah saw.

Tidak bisa dilukiskan betapa gembiranya sayyidina Umar mendengar tawaran Rasulallah. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana hal ini bisa terjadi. Betul betul ini merupakan surprise dan kejutan baginya karena orang yang paling termulia di dunia akan menjadi mantunya. Dari senangnya, beliau lari terbirit birit mejuju rumahnya untuk mengabarkan Hafsha bahwa ia akan menjadi istri Rasulallah, akan menjadi pendamping Rasulallah raw, akan menjadi manusia yang berpangkat luhur di sisi Allah, akan menjadi “Ummul Muminin”.

Begitulah Umar bin Khattab ra yang pernah mengubur hidup hidup anak perempuanya pada zaman Jahiliyah dan merasa terhina dan tercela jika medapatkan anak perempua sesuai dengan firman Allah dalam Al Qura’n “Padahal apabila salah seorang diantara mereka diberi kabar gembira (kelahiran anak perempuan) dengan apa yang dijadikan sebagai misal bagi Allah. Jadilah mukanya hitam pekak, sedang dia amat menahan sedih”. Akan tetapi setelah masuk Islam, Umar ra berobah 180 derajat menjadi manusia yang menghargai, menghormati anak perempuanya.

Terakhir saya tutup obrolan ini dengan firman Allah yang berbunyi didalam Surat An-Nisa’ yang artinya Surat Perempaun. Surat ini disebut di dalam Al Qura’n sebagai tanda penghormatan Islam terhadap kaum perempuan: “Tentang bapak-bapak mu dan anak anak laki-laki mu, kamu tidak mengetahui siapa diantara mereka yang lebih banyak manfa’at bagimu “. Dan saya bawakan pula hidits al Qudsi yang berbunyi: Jika lahir anak laki laki maka Allah berkata kepadanya: “keluarlah kamu dan bantulah orang tuamu”. Akan tetapi jika lahir anak perempuan maka Allah berkata kepadanya: “Keluarlah kamu dan aku akan bantu orang tuamu”.

Sekarang mana yang lebih indah bantuan Allah atau bantuan manusia?

Wallahua’lam

Poskan judul

Ada seorang anak yatim piatu yang tak punya keluarga dan tak ada yang mencitainya. Pada suatu hari, saat ia sedang berjalan-jalan di padang rumput sambil merasa sangat sedih dan kesepian, ia melihat seekor kupu-kupu kecil terperangkap dalam semak berduri. Semakin kuat kupu-kupu itu berjuang untuk membebaskan diri, semakin dalam duri menusuk tubuhnya yang rapuh. Dengan hati-hati anak yatim piatu itu melepaskan kupu-kupu itu dari perangkapnya.Kupu-kupu itu tidak terbang, tapi berubah menjadi peri yang cantik.

Anak kecil itu menggosok matanya karena tak percaya.


“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”

Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”

Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisih di telinganya.

Lalu peri baik itu menghilang.

Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”

Waktu ia sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.

“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”

Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.”

"Untuk itu aku selalu berusaha memberikan yang terbaik pada orang lain dan kehidupan ini. Aku selalu ingin menjadi orang yang berarti bagi orang lain, semampu yang aku bisa, agar dapat membawa kebaikan bagi sesama".

10 NAMA-NAMA SAHABAT RASULULLAH YANG DIJAMIN MASUK SURGA


1. ABU BAKAR BIN ABI QAHAFAH (AS- SIDDIQ )

Beliau seorang Quraisy dari kabilah yang sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila Abu Bakar berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi. Keutamaannya, Abu Bakar adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, pengaruhnya besar serta memiliki akhlaq yang mulia. Sebelum datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum pernah ada orang yang menyaksikan Abu Bakar minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah selalu mengutamakan Abu Bakar ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga tampak menojol di tengah tengah orang lain.

“Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh ummat niscaya akan lebih berat keimanan Abu Bakar. ”(HR. Al Baihaqi)

2. UMAR IBNUL KHATTAB

Ia berasal dari kabilah yang sama dengan Rasulullah SAW dan masih satu kakek yakni Ka’ab bin Luai. Umar masuk Islam setelah bertemu dengan adiknya Fatimah daan suami adiknya Said bin Zaid pada tahun keenam kenabian dan sebelum Umar telah ada 39 orang lelaki dan 26 wanita yang masuk Islam.Sebagai khalifah, Umar adalah seorang yang sangat memperhatikan kesejahteraan ummatnya, sampai setiap malam ia berkeliling khawatir masih ada yang belum terpenuhi kebutuhannya, serta kekuasaan Islam pun semakin meluas keluar jazirah Arab.

3. UTSMAN BIN AFFAN

Sebuah Hadits yang menggambarkan pribadi Utsman : “Orang yang paling kasih sayang diantara ummatku adalah Abu Bakar, dan paling teguh dalam menjaga ajaran Allah adalah Umar, dan yang paling bersifat pemalu adalah Utsman. (HR Ahmad, Ibnu Majah, Al Hakim, At Tirmidzi) Utsman adalah seorang yang sangat dermawan, dalam sebuah persiapan pasukan pernah Utsman yang membiayainya seorang diri. Setelah kaum muslimin hijrah, saat kesulitan air, Utsmanlah yang membeli sumur dari seorang Yahudi untuk kepentingan kaum muslimin.

4. ALI BIN ABI THALIB

Beliau adalah pemuda pertama yang masuk Islam, ia yang menggantikan posisi Rasulullah di tempat tidurnya saat beliau hijrah, Ali yang dinikahkan oleh Rasulullah dengan putri kesayangannya Fatimah, Ali yang sangat sederhana kehidupannya.

5. THALHAH BIN UBAIDILLAH

Beliau adalah sahabat nabi yang pada perang Uhud erkena lebih dari tujuh puluh tikaman atau panah serta jari tangannya putus. Namun Thalhah yang berperawakan kekar serta sangat kuat inilah yang melindungi Rasulullah disaat saat genting, beliau memapah Rasulullah yang tubuhnya telah berdarah menaiki bukit Uhud yang berada di ujung medan pertempuran saat kaum musyrikin pergi meninggalkan medan peperangan karena mengira Rasulullah telah wafat. Saat itu Thalhah berkata kepada Rasulullah, ”Aku tebus engkau ya Rasulullah dengan ayah dan ibuku.” Nabi tersenyum seraya berkata, ”Engkau adalah Thalhah kebajikan.” Sejak itu Beliau mendapat julukan Burung Elang hari Uhud.

6. AZZUBAIR BIN AWWAM

Beliau adalah sahabat karib dari Thalhah. Beliau muslim pada usia lima belas tahun dan hjrah pada usia delapan belas tahun, dengan siksaan yang ia terima dari pamannya sendiri. Kepahlawanan Azzubair ibnul Awwam pertama terlihat dalam perang Badar saat ia berhadapan dengan Ubaidah bin Said Ibnul Ash. Azzubair ibnul Awwam berhasil menombak kedua matanya sehingga akhirnya ia tersungkur tak bergerak lagi, hal ini membuat pasukan Quraisy ketakutan. Rasulullah sangat mencintai Azzubair ibnul Awwam beliau pernah bersabda, ”Setiap nabi memiliki pengikut pendamping yang setia (hawari), dan hawariku adalah Azzubair ibnul Awwam.” Azzubair ibnul Awwam adalah suami Asma binti Abu Bakar yang mengantarkan makanan pada Rasul saat beliau hijrah bersama ayahnya.

7. ABDURRAHMAN BIN AUF

Beliau adalah seorang pedagang yang sukses, namun saat berhijrah ia meninggalkan semua harta yang telah ia usahakan sekian lama. Namun saat telah di Madinahpun beliau kembali menjadi seorang yang kaya raya, dan saat beliau meninggal, wasiat beliau adalah agar setiap peserta perang Badar yang masih hidup mendapat empat ratus dinar, sedang yang masih hidup saat itu sekitar seratus orang, termasuk Ali dan Utsman. Beliaupun berwasiat agar sebagian hartanya diberikan kepada ummahatul muslimin, sehingga Aisyah berdoa: “Semoga Allah memberi minum kepadanya air dari mata air Salsabil di surga.”

8. SAAD BIN ABI WAQQASH

Beliau adalah orang pertama yang terkena panah fisabilillah, seorang yang keislamannya sangat dikecam oleh ibunya, namun tetap tabah, dan kukuh pada keislamannya.

9. SAID BIN ZAID

Beliau adalah adik ipar Umar, adalah orang yang dididik oleh seorang ayah yang beroleh bihayah Islam tanpa melalui kitab atau nabi mereka seperti halnya Salman Al Farisi, dan Abu Dzar Al Ghifari. Banyak orang yang lemah berkumpul di rumah mereka untuk memperoleh ketenteraman dan keamanan, serta penghilang rasa lapar, karena Said adalah seorang sahabat yang dermawan dan murah tangan.

10. ABU UBAIDAH IBNUL JARRAH

Beliau adalah orang yang akhirnya terpaksa membunuh ayahnya saat Badar, sehingga Allah menurunkan QS Al Mujadilah : 22. Begitupun dalam perang Uhud, Abu Ubaidahlah yang mencabut besi tajam yang menempel pada kedua rahang Rasulullah, dan dengan begitu beliau rela kehilangan giginya. Abu Ubaidah mendapat gelar dari Rasulullah sebagai pemegang amanat ummat, seperti dalam sabda beliau : “Tiap-tiap ummat ada orang pemegang amanat, dan pemegang amanat ummat ini adalah Abu Ubaidah Ibnul Jarrah.”

Adab Tidur dalam Islam sesuai Ajaran Rasulullah

Tidur Miring Cantik ala Rasulullah

Adab-adab tidur sesuai ajaran Rasulullah SAW memang sudah sepantasnya kita terapkan. Bila kita mengikuti adabnya, maka Insya Allah tidur kita dinilai i
badah. Apabila tidur kita dinilai ibadah, coba bayangkan berapa banyak pahala yang kita dapatkan seumur hidup dari tidur kita? Katakan kita tidur 8 jam sehari, maka 1/3 dari hari kita gunakan hanya untuk tidur! Kalau ditelusuri terus sampai akhir hidup, maka kita menggunakan 1/3 hidup kita hanya untuk tidur! Maka dari itu kegiatan rutin ini merupakan hal yang sangat penting untuk menerapkan adab sesuai ajaran Rasulullah. Berikut di bawah hadist panduannya :


1. Dianjurkan Berintrospeksi Diri Sebelum Tidur

Berintrospeksi diri (muhasabah) sesaat sebelum tidur. Sangat dianjurkan sekali bagi setiap muslim bermuha-sabah (berintrospeksi diri) sesaat sebelum tidur, menge-valuasi segala perbuatan yang telah ia lakukan di siang hari. Lalu jika ia dapatkan perbuatannya baik maka hendaknya memuji kepada Allah Subhannahu wa Ta'ala dan jika sebaliknya maka hendaknya segera memohon ampunan-Nya, kembali dan bertobat kepada-Nya.

2. Berwudhu Sebelum Tidur

Kita sebaiknya tidur dalam keadaan sudah berwudhu, sebagaimana hadits: “Apabila engkau hendak mendatangi pembaringan (tidur), maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhumu untuk melakukan sholat.” (HR. Al-Bukhari No. 247 dan Muslim No. 2710).

3. Mengibaskan Tempat Tidur Sebelum Tidur

Sebelum tidur, hendaknya mengibaskan tempat tidur (membersihkan tempat tidur dari kotoran). Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Jika salah seorang di antara kalian akan tidur, hendaklah mengambil potongan kain dan mengibaskan tempat tidurnya dengan kain tersebut sambil mengucapkan ‘bismillah’, karena ia tidak tahu apa yang terjadi sepeninggalnya tadi.” (HR. Al Bukhari No. 6320, Muslim No. 2714, At-Tirmidzi No. 3401 dan Abu Dawud No. 5050).

4. Posisi Tidur yang Baik adalah Miring ke Sebelah Kanan

ntuk posisi tidur, sebaiknya posisi tidur di atas sisi sebelah kanan (rusuk kanan sebagai tumpuan). Tidak menjadi masalah jika pada saat tidur nanti posisi kita berubah ke atas sisi kiri. Hal ini berdasarkan sabda Rosululloh: “Berbaringlah di atas rusuk sebelah kananmu.” (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710). “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila tidur meletakkan tangan kanannya di bawah pipi kanannya.” (HR. Abu Dawud no. 5045, At Tirmidzi No. 3395, Ibnu Majah No. 3877 dan Ibnu Hibban No. 2350).

5. Membaca Do’a Sebelum Tidur

“Bismikaallahumma ahya wa bismika wa amuut”. Yang artinya : Dengan menyebut nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup.

6. Apabila Gelisah

Apabila merasa gelisah, risau, merasa takut ketika tidur malam atau merasa kesepian maka dianjurkan sekali baginya untuk berdoa sebagai berikut: “A’udzu bikalimaatillahi attammati min ghadhabihi wa ‘iqaabihi wa syarri ‘ibaadihi wa min hamazaatisysyayaathiin wa ayyahdhuruun.” Yang artinya “Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari murka-Nya, siksa-Nya, dari kejahatan hamba-hamba-Nya, dari godaan para syaitan dan dari kedatangan mereka kepadaku.” (HR. Abu Dawud No. 3893, At-Tirmidzi No. 3528 dan lainnya).

7. Tidak Boleh Telanjang

Pada saat tidur tidak boleh telanjang berdasarkan hadits berikut : “Tidak diperbolehkan tidur hanya dengan memakai selimut, tanpa memakai busana apa-apa”. (HR. Muslim).

8. Sesama Jenis Kelamin, Dilarang Tidur Satu Selimut

Laki2 dengan laki2 atau wanita dengan wanita tidak boleh tidur dalam satu selimut seperti hadits berikut : “Tidak diperbolehkan bagi laki-laki tidur berdua (begitu juga wanita) dalam satu selimut”. (HR. Muslim).

9. Makruh tidur tengkurap

Abu Dzar Radhiallaahu anhu menuturkan : Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam pernah lewat melintasi aku, dikala itu aku sedang berbaring tengkurap. Maka Nabi membangunkanku dengan kakinya sambil bersabda : Wahai Junaidab (panggilan Abu Dzar), sesungguhnya berbaring seperti ini (tengkurap) adalah cara berbaringnya penghuni neraka. (H.R. Ibnu Majah dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

10. Makruh tidur di atas dak terbuka

Karena di dalam hadits yang bersumber dari `Ali bin Syaiban disebutkan bahwasanya Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Barangsiapa yang tidur malam di atas atap rumah yang tidak ada penutupnya, maka hilanglah jaminan darinya. (HR. Al-Bukhari di dalam al-Adab al-Mufrad, dan dinilai shahih oleh Al-Albani).

11. Menutup pintu, jendela dan memadamkan api dan lampu sebelum tidur

Dari Jabir Radhiallaahu anhu diriwayatkan bahwa sesung-guhnya Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam telah bersabda : Padamkanlah lampu di malam hari apa bila kamu akan tidur, tutuplah pintu, tutuplah rapat-rapat bejana-bejana dan tutuplah makanan dan minuman. (Muttafaq `alaih)

12. Disunnahkan mengusap Wajah dengan Tangan setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Maka bangunlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dari tidurnya kemudian duduk sambil mengusap wajah dengan tangannya.” [HR. Muslim No. 763 (182)].

13. Jika Bermimpi Buruk

Jika bermimpi buruk, jangan sekali-kali menceritakannya pada siapapun, kemudian meludah ke kiri tiga kali (diriwayatkan Muslim IV/1772), dan memohon perlindungan kepada Alloh dari godaan syaitan yang terkutuk dan dari keburukan mimpi yang dilihat. (Itu dilakukan sebanyak tiga kali) (diriwayatkan Muslim IV/1772-1773). Hendaknya berpindah posisi tidurnya dari sisi sebelumnya. (diriwayatkan Muslim IV/1773). Atau bangun dan shalat bila mau. (diriwayatkan Muslim IV/1773).

14. Bersiwak Setelah Bangun

Berdasarkan hadits berikut : “Apabila Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bangun malam membersihkan mulutnya dengan bersiwak.” (HR. Al Bukhari No. 245 dan Muslim No. 255).

15. Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar

Ber-istinsyaq dan ber-istintsaar (menghirup kemudian mengeluarkan atau menyemburkan air dari hidung). “Apabila salah seorang di antara kalian bangun dari tidurnya, maka beristintsaarlah tiga kali karena sesunggguhnya syaitan bermalam di rongga hidungnya.” (HR. Bukhari No. 3295 dan Muslim No. 238).

16. Mencuci Kedua Tangan Tiga Kali

Mencuci kedua tangan tiga kali, berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Apabila salah seorang di antara kamu bangun tidur, janganlah ia memasukkan tangannya ke dalam bejana, sebelum ia mencucinya tiga kali.” (HR. Al-Bukhari No. 162 dan Muslim No.278).


Seperti yang telah dijelaskan diatas bahwa posisi tidur yang paling baik adalah bertumpu pada sisi kanan tubuh (menghadap ke kanan), dan ternyata hal ini sesuai dengan riset ilmiah yang telah dilakukan oleh beberapa orang. Berdasarkan riset ilmiah, posisi tidur seperti ini lebih menyehatkan daripada tiga posisi yang lain, yaitu tidur telentang , tengkurap, dan tidur dengan bertumpu pada sisi kiri tubuh.

Posisi Telentang : Tidur berbaring dengan posisi telentang kurang sehat, sebab menekan atau menyesakkan tulang punggung, bahkan kadangkala bisa menyebabkan kita ingin ke toilet/WC.

Tidur Tengkurap : Tidur tengkurap atau menelungkup tidak baik untuk pernapasan. Tidak dibenarkan telungkup dengan posisi perut sebagai tumpuannya baik ketika tidur malam atau pun tidur siang. “Sesungguhnya (posisi tidur tengkurap) itu adalah posisi tidur yang dimurkai Allah Azza Wa Jalla.” (HR. Abu Dawud dengan sanad yang shohih)

Posisi Kiri : Tidur dengan bertumpu pada sisi kiri badan (menghadap ke kiri) dapat menghimpit posisi jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan pasokan darah ke otak berkurang. Dengan berkurangnya pasokan darah ke otak, tidur pada posisi kiri dapat pula mengakibatkan kita sering mengalami mimpi-mimpi tidak baik (nightmares), serta berjalan dalam keadaan tidur (somnabulisme).

Kamis, 09 Agustus 2012

Ketika Lelaki Menangis


Kata Siapa Lelaki tak pernah Menangis ?
bahkan kadang jiwa dan hatinya lebih halus dari wanita
tersembunyi di balik kegagahan wajahnya

Mungkin ia tak pernah menampakan air mata itu di depanmu..
tapi yakinlah di saat engkau tidak tahu
di jejak dia berangkat kerja
atau dalam duduk tafakur setelah sholatnya
kadang air mata itu tumpah

Karena akal mendominasi jiwanya
maka yang kau temukan hanya ketegaran

tapi coba kau tengok matanya
setelah ia mengimamkan sholat tahajud malam itu
ada kilatan cahaya embun yang menetes dalam ketegaran…
atau ketika dia tertunduk letih
setelah berjam-jam mencari nafkah…
lihat sejenak mata itu…
maka mata adalah cermin jiwa…

Maka menangislah Umar bin Khattab ketika mengetahui ada rakyatnya yang kelaparan
sementara kita tahu, bagaimana tegasnya sosok lelaki ini..
tapi air matanya pun tumpah…..

Inilah Sosok Lelaki
sosok suami yang Allah menatapnya dengan kerinduan..

Mereka menjemput pagi dengan harapan
dan membawa malam dengan asa…..

Lihat lah Lelaki yang saat ini menjadi suamimu..
sesungguhnya Surgamu
ada pada Keridhoan-Nya…..

Lihatlah Lelaki yang Allah Mengatakan lewat lisan Nabi SAW kita..
“Barang siapa yang sore hari duduk kelelahan lantaran pekerjaan yang telah di lakukannya, maka dia dapatkan sore hari tersebut, dosa-dosanya di ampuni Allah SWT”
(HR.Thabrani)


Merekalah Lelaki Sholeh
yang menumpakan air matanya
seraya lisan dan hatinya berdoa…

“Ya Rabbana, berikanlah kebaikan untuk Istri dan anak-anakku kelak….. Jadikanlah Mereka semua Kesenanganku di Surga-Mu yang Maha Indah…..”

Inilah Lelaki dan Suami Sholeh
idaman bidadari tak hanya bidadari bumi
tapi juga Bidadari Surga, yang mengintip Menanti.

Amin Allahuma Amin…

SEANDAINYA AKU BISA MEMILIH…


Ketika ku menginjakkan kaki di sebuah peMAKAMan,
Ku merenung akan DIRI...
Bisakah aku MEMILIH?
Ku ingin saat ku ’berPULANG’...
...Sedang merasakan keIMANan yang tumbuh kepada-Mu
...Sedang meRINDUkan yang sangat akan perjumpaan dengan-Mu
...Sedang menCINTAi dan diCINTAi-Mu..
...Sedang meRIDLOi dan diRIDLOi-Mu

Sehingga pada saat ’kePULANGanku’...
Aku bisa TERSENYUM bahagia...
Sementara keluarga dan sahabatku melepasku dengan TANGISAN CINTA ...
Dan ku diSAMBUT oleh-Mu dengan keRIDLOan dan keCINTAan...
Dengan ucapan ’SELAMAT’ oleh penduduk langit
Atas keSUKSESanku melalui UJIAN dunia
Atas keSUKSESanku menTAZKIYAH jiwa
Atas keSUKSESanku terhindar dari tipu daya SYAITHAN
Dan atas AMAL KEBAIKAN yang telah ku lakukan
Sehingga diberi KABAR GEMBIRA dengan dibukanya pintu SURGA...

Sungguh... seandainya ku bisa MEMILIH...
Ku ingin...sambutan inilah yang kuHARAPkan kepada-Mu
”Wahai jiwa yang tenang...
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang ridlo lagi diridloi-Nya.
Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,
Dan masuklah ke dalam surga-Ku.”
(QS Al Fajr:27-30)

Tapi jiwa ini LABIL..
Kadang IMANku NAIK...dan kadang TURUN
Kadang begitu RINGAN ku berIBADAH kepada-Mu
Tapi kadang begitu BERAT ku menTAATi-Mu.
Kadang ku mengorbankan HARTA dan DIRI untuk menggapai CINTA-Mu
Tapi kadang HARTA dan DIRI ini juga yang menghalangi untuk menCINTAi-Mu

Dalam hati ku ingat Firman-Mu...
Bahwa Engkau telah bersumpah dengan ciptaan-Mu yang luar biasa:
”Demi matahari dan cahayanya di pagi hari,
Dan bulan apabila mengiringinya,
Dan siang apabila menampakkannya,
Dan malam apabila menutupinya,
Dan langit serta pembinaannya,
Dan bumi serta penghamparannya,
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengILHAMkan kepada JIWA jalan KEFASIKAN dan KETAKWAAN,
Sesungguhnya berUNTUNGlah orang yang menSUCIkan JIWA itu,
Dan sesungguhnya meRUGIlah orang yang mengKOTORinya.”
(QS Asy Syams : 1-10)

Ku dapat jawaban...
Agar aku bisa MEMILIH...
Ku harus menSUCIkan jiwa dengan seluruh IBADAH kepada-Mu
Dengan mendawamkan ibadah FARDLU dan SUNNAH..
Dan menjauhi semuanya yang bisa mengKOTORi JIWAku
Dengan DOSA dan KEFASIKAN
Sehingga JIWA yang TAKWA inilah yang mendominasi seluruh keHIDUPanku
Dan tenggelamlah JIWA yang FASIK.

Ku ingat juga firman-Mu:
”Hai orang-orang yang beriman, berTAKWAlah kepada Allah dengan seBENAR-BENAR TAKWA kepada-Nya; dan JANGANlah sekali-kali kamu MATI melainkan dalam keadaan menjadi orang-orang yang TUNDUK dan BERSERAH DIRI (MUSLIM).”
(QS Ali Imran : 102)

Agar aku bisa MEMILIH...
Ku harus mengISLAMkan seluruh keHIDUPanku
Jangan sekali-kali KUFUR kepada-Mu
Sehinggga setiap detik nafasku harus bernilai IBADAH kepada-Mu
Sampai datang waktu ’kePULANGanku’

Terima kasih Ya Allah...
Akhirnya aku bisa MEMILIH...
Jalan ISLAM adalah jawabannya
Dengan ISTIQAMAH selalu di jalan-Mu
Engkau yang mengUJIku...
Engkau pula yang meberiku PETUNJUK...
Engkau yang menjadikan HIDUPku penuh COBAan
Engkau pula yang mendatangkan MALAIKAT-Mu membantuku
Karena aku MENGAKUI-Mu ...
Dan selalu ISTIQAMAH akan PENGAKUANku

Ku ingat kembali akan firman-Mu:
”Sesungguhnya orang-orang yang mengakui: "Tuhan kami ialah Allah" kemudian mereka berISTIQAMAH, maka MALAIKAT akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): "Janganlah kamu merasa TAKUT (dengan masa depanmu) dan janganlah kamu merasa SEDIH (dengan masa silammu); dan berGEMBIRAlah kamu dengan SURGA yang telah dijanjikan Allah kepadamu".
(QS. Fushilat :30)

Katakanlah: "Sesungguhnya aku telah diTUNJUKi oleh TUHANku kepada JALAN yang LURUS, (yaitu) AGAMA yang BENAR; AGAMA IBRAHIM yang HANIF (lurus); dan IBRAHIM itu BUKANlah termasuk orang-orang yang MUSYRIK (menyekutukan Allah)".
Katakanlah: "Sesungguhnya SHALATku, IBADAHku, HIDUPku dan MATIku HANYAlah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diPERINTAHkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".
(QS. Al An’am : 161-163)

Setelah itu aku pulang dari pemakaman...
Dengan keMANTAPan IMAN dan keBENINGan JIWA
Bahwa AKU memang HARUS MEMILIH...
Apakah akan kalah dengan KEFASIKAN JIWA
Atau ISTIQAMAH di jalan TAKWA

Hakikat Ibadah


Soal :
Jelaskan hakikat ibadah dan apa hubungannya dengan pendidikan!

Jawaban :
1.      Pengertian Ibadah
        Kata ibadah adalah berasal dari bahasa arab yang berarti: Do'a, mengabdi, tunduk atau patuh kepada Allah SWT. Berdasarkan firman Allah dalam Al-qur'an surat Al-Dzariyat ayat 56 yang berbunyi:
Artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.
Sedangkan menurut istilah, Hasbi Al-Shiddiqqi mengatakan dalam ceramah atau kulyahnya, menurut ulama' tauhid:
Pengesaan allah dan pengagungannya dengan sepenuh hati dan dengan segala kerendahan hati daan kepatuhan diri kepadanya.
Menurut ulama' tasawuf, ibadah ialah:
Perbuatan mukallaf yang berlawanan dengan hawa nafsunya untuk mengagungkan tuhan.
Menurut ulama' fiqih, ibadah ialah:
Segala kepatuhan yang dilakukan untuk mencapai ridho Allah, untuk mengharapkan pahala-Nya di akherat
Sedangkan menurut jumhur ulama', ibadah ialah:
Ibadah adalah nama yang mencakup segala yang disukai Allah dan diridhoinya, baik berupa perkataan ataupun perbuatan, baik terang-terangan maupun diam-diam.




Dasar Hukum
Sesuai dengan firman Allah dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 21:
Artinya:
Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang Telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,

Hakikat Ibadah
Berdasarkan firman Allah dan pengertian menurut para ulama', baik dalam arti khusus maupun dalam arti luas, seorang muslim maupun bagi Non muslim, bahkan bagi manusia umumnya, ibadah merupakan konsekuensi dalam hidupnya sebagai makhluk ciptaan Allah.
Manusia ditakdirkan sebagai makhluk yang mempunyai kelebihan akal dari makhluk lainnya, namun pada kenyataannya manusia tidak selalu menggunakan akal sehatnya, bahkan ia sering dikuasai nafsunya, sehinga ia terjerumus kedalam apa yang disebut dehumanisasi, yaitu proses yang menyebabkan kerusakan, hilang atau merosotnya nilai-nilai kemanusiaan, disinilah perlunya agama bagi manusia.
Dengan agama, hidup manusia menjadi bermakna. Makna agama terletak pada pungsinya sebagai control moral manusia. Melalui ajaran-ajarannya, agama menyuruh manusia agar selalu dalam keadaan sadar dan menguasai diri.keadaan sadar dan menguasai diri pada manusia itulah yang merupakan hakekat agama, atau hakekat ibadah, melalui ibadah atau pengabdian kepada Allah itulah hidup manusia terkontrol.

HUBUNGAN HAKIKAT IBADAH DENGAN PENDIDIKAN
            Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran atau pelatiahan peserta didik secara aktif dapat mengembangakan potesi dirinya supaya memiliki kekuatan spiritual keagamaan, emosional, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang di perlukan dirinya dan masyarakat.
            Menurut ulama tauhid, ibadah adalah meng-Esakan Allah swt. dengan sungguh-sungguh dan merendahkan diri serta menundukan jiwa setunduk-tunduknya kepada-Nya. Sedangkan ulama fiqih berpendapat, ibadah adalah semua bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh keridhaan Allah swt. dan mendambakan pahala dari-Nya di akhirat. Dari kedua pandangan para ulama tersebut, ibadah dapat dipahami sebagai perwujudan segala sikap dan amalan meng-Esakan Allah swt guna mengharap keridhaan-Nya.
            Dari segi bahasa, ibadah berarti taat, tunduk, menurut, mengikuti, dan doa (Ahmad dan Musdah, 2003 : 137). Sedangkan secara terminologi, ibadah berarti melaksanakan perintah-perintah Allah secara baik (Mahdi, 2003 : 6). Dapat dimengerti bahwa ibadah merupakan pengabdian dan ketundukan tertinggi kepada Allah swt. Selain Allah tidak ada yang berhak disembah.
Ø  Dapat disimpukan bahwa pendidikan ibadah adalah Usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan semua bentuk pekerjaan yang bertujuan memperoleh keridhaan Allah serta menundukan jiwa kepada-Nya.
            Dilihat dari segi pelaksanaannya ibadah dibagi dalam tiga bentuk : 
1.      Ibadah jasmaniah-ruhiah (ruhaniah) yaitu perpaduan ibadah jasmani dan ruhani, seperti shalat dan puasa.
2.      Ibadah ruhiah dan maliah, yaitu perpaduan antara ibadah ruhani dan harta, seperti zakat.
3.      Ibadah jasmaniah, ruhiah, dan maliah sekaligus, seperti melaksanakan haji.
            Dilihat dari segi bentuk dan sifatnya, ibadah ada lima macam, yakni :
1.      Ibadah dalam bentuk perkataan atau lisan (ucapan lidah), seperti berzikir, berdoa, tahmid, dan membaca Al-Quran.
2.      Ibadah dalam bentuk perbuatan yang tidak ditentukan bentuknya, seperti membantu atau menolong orang lain, jihad, dan tajhiz al- janazah (mengurus jenazah).
3.      Ibadah dalam bentuk pekerjaan yang telah ditentukan wujud perbuatannya, seperti shalat, puasa, zakat, dan haji.
4.      Ibadah yang tata cara dan pelaksanaannya berbentuk menahan diri seperti puasa, iktikaf, dan ihram.
5.      Ibadah yang berbentuk menggugurkan hak, seperti memaafkan orang yang telah melakukan kesalahan terhadap dirinya dan membebaskan seseorang yang berhutang kepadanya.

Ibadah sebagai Psikoterapis Kejiwaan
            Setiap manusia yang mengaku hamba Allah tentu telah terbiasa melaksanakan ibadah-ibadah terutama ibadah mahdhah. Namun, sejauh ibadah itu dilakukan sejauh mana pengaruhnya terhadap jiwa pelakunya? Untuk mengetahui jawabannya, berikut akan diulas beberapa bentuk ibadah dan efeknya secara psikis. Hal inilah yang kemudian dikenal dengan psikoterapi melalui amalan ibadah.
1. Shalat
            Sudah menjadi ketentuan syara’ bahwa shalat akan sah jika pribadi muslim telah menunaikan whudu. Maka akan diulas sekilas perihal whudu. Menurut Ahmad dan Musdah (2003: 147), wudhu adalah suatu cara untuk menghilangkan hadas kecil ataupun hadas besar yang dilakukan sebelum mengerjakan shalat dan ibadah-ibadah lain, menjadikan wudhu sebagai salah satu syaratnya.
            Air suci dan mensucikan menjadi media wajib untuk berwudhu. Seperti diketahui, air memiliki sifat jernih, mengalir dan menyegarkan. Sehingga dengan air kotoran-kotoran yang menempel pada tubuh dapat dibersihkan dengan sempurna. Secara maknawi, kotoran-kotoran baik secara fisik maupun psikis luntur dan mengalir mengikuti aliran air wudhu.
            Wudhu disebut juga sebagai salah satu bentuk dari terapi air ( water of therapy). Terapi air merupakan bentuk terapi dengan memanfaatkan air sebagai media terapis. Beberapa pusat terapi kesehatan telah mengembangkan terapi air ini berhubung sangat diminati. Rafi’udin dan Alim Zainudin (2004: 117) mengatakan selain dampak psikis, wudhu juga memiliki pengaruh fisiologis, sebab dengan dibasuhnya bagian tubuh sebanyak lima kali sehari, lebih-lebih ditambah, maka akan membantu mengistirahatkan organ-organ tubuh dan meredakan ketegangan fisik dan psikis.
            Secara etimologi kata shalat berarti doa memohon kebaikan. Sholat memiliki pengaruh yang sangat efektif untuk mengobati rasa sedih dan gundah yang menghimpit manusia. Saat sholat didirikan dengan menyempurnakan wudhu, niat yang ikhlas, adab-adab seperti tuma’ninah ( tenang sejenak), gerakan tidak terlalu cepat, memahami bacaan sholat maka akan mendatangkan kekhusukan dan menjadi terapi tersendiri bagi jiwa. Dengan kata lain, jiwa akan tenang jika shalat dilakukan sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.
Mendirikan sholat selalu dilakukan Rasulullah saat beliau dirundung berbagai persoalan penting. Diriwayatkan dari Hudzaifah ra. Ia berkata: “Jika mendapat persoalan, maka Nabi saw mendirikan shalat (HR. Abu Dawud). Shalat inilah solusi dari Allah swt. bagi hamba-Nya ketika mengalami persoalan.
Allah swt berfirman:
“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Secara mendalam, Toto Tasmara (2001: 81) mengungkapkan bahwa shalat jangan dipandang hanya dalam bentuk formal ritual gerakan fisik yang terkait erat dengan tatanan fiqih, tapi juga muatan mendalam terhadap pemahaman simbol-simbol atau hakikat yang terkandung di dalamnya.
Beliau menggambarkan gerakan shalat sebagai simbol dari siklus kehidupan. Dapat dilihat isyarat dari simbol-simbol gerakan dalam shalat, yaitu filsafat gerak. Pribadi muslim harus bergerak, dinamis, karena tidak selamanya hidup ini akan qiyam’berdiri’, lambang kejayaan (dewasa). Suatu saat ia harus ruku (umur setengah baya), kemudian bersujud (umur mulai uzur) (Tasmara, 2001: 82).
Melalui shalat, kepribadian seseorang akan terbimbing dalam menyikapi berbagai persoalan kehidupan. Senada dengan Toto Tasmara (2001: 83), shalat menunjukkan sikap batiniah untuk mendapatkan kekuatan, kepercayaan diri, serta keberanian untuk tegak berdiri menapaki kehidupan dunia nyata melalui prilaku yang jelas, terarah, dan memberikan pengaruh pada lingkungan.
Shalat selesai dilakukan. Selanjutnya kesejukan batin akan diraih dengan iringan munajat kehadirat Allah Rabbul Izzati melalui zikir, doa dan tilawah Alquran.

2. Zikir dan Membaca Alquran
Setiap hamba mendambakan ketenangan dan ketentraman jiwa dalam menjalani kehidupan ini. Harapan demikian dapat dicapai dengan mendekatkan diri kepada sumber dari segala ketenangan dan ketentraman yakni Allah Azza wa jalla. Sering menyebut, memuja dan mengingat asma-Nya di dalam hati maka jiwa akan tenang. Adapun bentuk ibadah yang dimaksud adalah zikir dan membaca Alquran.
a.    Zikir
Firman Allah swt.
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram”. (QS. Ar-Ra’ad: 28).
Alquran menjelaskan begitu penting melakukan zikrullah (berzikir kepada Allah) untuk ketentraman hati hamba-Nya yang beriman. Hal ini diperjelas oleh Rasulullah saw. dalam hadits Beliau. Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Dan Abu Sa’id ra., bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
Tidaklah suatu kelompok yang duduk berzikir melainkan mereka akan dikelilingi oleh para malaikat. Mereka mendapat limpahan rahmat dan mencapai ketenangan. Dan Allah swt akan mengingat mereka dari seseorang yang diterima di sisi-Nya (HR. Muslim dan Tirmidzi).

b.    Membaca Alquran
Akhir-akhir ini, di beberapa tempat telah dibuka pusat-pusat pengobatan ruhani atau pengobatan yang menggunakan Alquran (Abdurrahman, 2005: 11). Pengobatan tersebut biasa dikenal dengan istilah ruqyah syar’iah. Namun, saat ini secara umum sebagian masyarakat memandang ruqyah sebagai bentuk terapi atau pengobatan alternatif guna membantu kesembuhan dari penyakit ulah jin atau roh jahat di dalam tubuh manusia. Tidak menutup kemungkinan, Alquran juga dipahami sekadar kumpulan surah dan ayat penangkal dan pengusir kejahatan gangguan jin dan bangsanya.
Paradigma tersebut sangatlah keliru dalam memahami Alquran sebagai petunjuk bagi umat manusia menuju jalan yang lurus. Alquran adalah kitabullah yang suci, diturunkan oleh Allah dengan posisi lebih tinggi, terhormat, lebih bernilai dari segala karya ilmuwan manapun di sepanjang sejarah peradaban manusia
Dalam Alquran Allah swt menyatakan bahwa Alquran bisa menjadi penawar (obat) bagi hamba-Nya. Sebagaimana firman-Nya:
 “...Katakanlah: "Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”. (QS. Fushshilat: 44)
Ayat di atas semakna dengan surah Al-Isra’: 82 dan Yunus: 57. Ayat-ayat ini menjadi dasar bahwa Alquran memang telah ditetapkan Allah swt sebagai pendekatan pesan-pesan ilahiah yang berfungsi terapis kejiwaan sekaligus pedoman hidup bagi hamba-Nya agar selalu berada di jalan kebaikan dan kebenaran.
Membaca Alquran disertai mentadabburi setiap bacaan ayat dapat membimbing jiwa agar ikhlas beramal dan tawadhu dalam bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Alquran. Sangat dianjurkan meluangkan waktu untuk membaca Alquran setiap hari meski di tengah kesibukan. Apalagi meningkatkan kualitas bacaannya di bulan suci Ramadhan. Selain memperoleh pahala puasa juga mendapat keutamaan membaca Alquran di bulan maghfirah tersebut.

3. Puasa (Shaum)
Muhammad ‘Utsman Najati (2004: 344) mengatakan, ibadah puasa mengandung beberapa manfaat yang besar, di antaranya menguatkan kemauan dan menumbuhkan kemampuan jiwa manusia dalam mengontrol nafsu syahwatnya.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra. Bahwa Rasulullah saw pernah berkata: “Allah swt. Berfirman: “Setiap amal perbuatan anak Adam as. Akan kembali pada diri masing-masing kecuali puasa karena puasa hanyalah untuk-Ku dan Akulah yang akan membalasnya. Puasa itu merupakan sebuah tameng jika sehari saja seseorang yang berpuasa tidak berbuat cabul dan berkata kotor. Kemudian jika ada orang lain yang mencelanya atau ingin membunuhnya, maka hendaknya ia berkata: “Aku adalah orang yang berpuasa’ (Syaikhan dalam ‘Utsman, 2004: 345).
Puasa merupakan sarana latihan untuk menguasai dan mengontrol motivasi atau dorongan emosi, serta menguatkan keinginan untuk mengalahkan hawa nafsu dan syahwat. Rasulullah saw menganjurkan kepada para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa agar dapat membantu mereka mengontrol motivasi seksualnya.
Selain itu, kesabaran menahan rasa lapar dan dahaga membuat seseorang yang berpuasa merasakan penderitaan orang lain yang serba kekurangan. Sehingga muncul rasa kasih sayang terhadap sesama dan mendorong untuk membantu fakir miskin. Perasaan dan sikap peka secara sosial di masyarakat inilah yang disebutkan dapat melahirkan rasa kedamaian dan kelapangan jiwa.

4. Haji
Ibadah haji berawal dari kisah Nabi Ibrahim as. Kisah ini menggambarkan suatu makna bahwa perjuangan untuk mendapatkan ridha Allah adalah dengan mengorbankan apa yang paling disayangi dan dimiliki. Setelah itu dengan perjuangan keras, penuh tawakal dan pengorbanan semua rahmat dan kasih sayang Allah akan tercurah (Rudhy Suharto, 2002: 159).
Menunaikan ibadah haji dapat melatih kesabaran, melatih jiwa untuk berjuang, serta mengontrol syahwat dan hawa nafsu. Ibadah haji menjadi terapi atas kesombongan, arogansi, dan berbangga diri sebab dalam praktek ibadah haji kedudukan semua manusia sama. Permohonan ampunan dan ditambah suasana yang bergemuruh penuh lantunan Ilahi membuat suasana ibadah haji sarat dengan nilai spiritualitas yang dapat mengobarkan rasa semangat yang tinggi untuk meraih ketenangan (‘Utsman, 2004: 348).
Rudhy Suharto (2002: 163) menjelaskan, wukuf di arafah menjadi media meditasi untuk merenungi perbuatan masa lampau yang menjauhkan diri dari Allah swt dan memahami lebih dalam hakikat tujuan hidup. Perjalanan Shafa dan Marwah bermakna perjuangan spiritualitas diri untuk bertarung melawan hawa nafsu. Melempar Jumrah ‘Aqabah mengisyaratkan melempar semua sifat kejahiliahan seperti kemunafikan, kedustaan dan keduniawian.
Berhaji akan membawa seseorang mentafakuri atau mengintrospeksi diri guna mencari jati diri seorang hamba yang hakiki. Hakikat seorang hamba adalah senantiasa mengabdikan diri dan kehidupannya untuk Allah semata. Pengabdian dengan keikhlasan itulah yang mengundang curahan rahmat serta ridha-Nya. Jiwa hamba pun akan suci dan tenang.

Raih Ketenangan Jiwa
            Beragam cara dilakukan seseorang untuk meraih ketenangan dan ketentraman jiwa. Setiap cara atau metode ‘ibadah’ di atas memiliki efek tersendiri bagi pengamalnya. Namun hal itu tergantung sumber ajaran yang digunakan dalam aktivitas ritualnya. Sebagai muslim yang taat sudah tentu memilih satu-satunya cara yang dapat memberikan ketenangan jiwa yakni ibadah berdasarkan tuntunan ajaran Islam yang diajarkan oleh Rasulullah saw.
            Al-Qur’an dan sunnah sebagai ilmu pengetahuan yang telah memberikan suatu hal yang baru dalam ilmu kejiwaan kaitannya dengan pengaruh ibadah. Hal tersebut memberikan bimbingan kepada manusia untuk dapat mencapai kehidupan sehingga ia mampu meraih kebahagiaan, kebaikan dan kedamaian hidup di dunia dan akhirat.