“Untuk kebaikan hatimu,” peri baik itu berkata pada si anak “Aku akan mengabulkan permintaanmu.”
Si anak kecil berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku ingin bahagia!”
Peri itu berkata, “Baiklah,” lalu mencondongkan tubuhnya pada si anak dan berbisih di telinganya.
Lalu peri baik itu menghilang.
Saat anak kecil itu tumbuh dewasa, tak ada orang lain yang sebahagia dirinya. Semua orang menanyakan rahasia kebahagiaannya. Ia hanya tersenyum dan menjawab “Rahasia kebahagiaanku adalah aku mendengarkan nasihat seorang peri baik waktu aku masih kecil.”
Waktu ia sudah tua dan akan menemui ajal, tetangganya berkumpul di kamarnya, takut kalau rahasia kebahagiaannya akan dibawa mati.
“Katakanlah pada kami,” mereka memohon “Katakanlah apa yang dikatakan peri baik itu,”
Wanita tua cantik itu hanya tersenyum dan berkata, “Ia memberitahuku bahwa semua orang, tak peduli mereka tampak semapan apapun, setua atau semuda apapun, sekaya atau semiskin apapun, mereka memerlukanku.”
"Untuk itu aku selalu berusaha memberikan yang terbaik pada orang lain dan kehidupan ini. Aku selalu ingin menjadi orang yang berarti bagi orang lain, semampu yang aku bisa, agar dapat membawa kebaikan bagi sesama".
Tidak ada komentar:
Posting Komentar